ELSINDO, PALU- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulawesi Tengah, Junaidin, menegaskan bahwa Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) merupakan instrumen penting dalam memetakan mutu pendidikan madrasah secara objektif dan terukur.
Pernyataan tersebut disampaikan Junaidin saat melakukan monitoring pelaksanaan Asesmen Nasional dan TKA Tahun 2026 di sejumlah madrasah di Kota Palu, Selasa (7/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Junaidin didampingi Kepala Kantor Kemenag Kota Palu, Ahmad Hasin, bersama Kasi Pendidikan Islam Kemenag Kota Palu serta Ketua Tim Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng.
Adapun lokasi yang menjadi titik peninjauan meliputi MTsN 2 Kota Palu, MTs Alkhairaat Palu, dan MTsN 1 Kota Palu. Monitoring dilakukan untuk memastikan kesiapan serta kelancaran pelaksanaan ujian di lapangan.
“TKA merupakan bagian penting dalam memastikan capaian kompetensi peserta didik berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Junaidin.
Ia menjelaskan, TKA tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi hasil belajar siswa, tetapi juga memberikan gambaran menyeluruh terkait efektivitas proses pembelajaran di madrasah.
“Melalui TKA ini, kita dapat melakukan pemetaan mutu pendidikan secara lebih terukur dan objektif, yang nantinya menjadi dasar dalam perumusan kebijakan peningkatan kualitas pendidikan ke depan,” lanjutnya.
Pelaksanaan TKA tahun 2026 di Sulawesi Tengah diikuti oleh 10.939 siswa MTs yang terdiri dari 5.606 laki-laki dan 5.333 perempuan, berasal dari 291 madrasah negeri dan swasta. Kegiatan ini berlangsung mulai 6 hingga 16 April 2026 dan dibagi ke dalam lima gelombang.
Tahun ini menjadi momentum perdana pelaksanaan TKA untuk jenjang MTs di Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Junaidin berharap TKA dapat mendorong budaya belajar siswa yang lebih serius, terarah, dan berorientasi pada penguasaan kompetensi, bukan sekadar penyelesaian kurikulum.
Menurutnya, peningkatan kualitas lulusan madrasah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan serta kehidupan bermasyarakat.
Dari sisi substansi, TKA dirancang untuk mengukur kompetensi esensial peserta didik, mencakup literasi, numerasi, serta penguasaan materi keagamaan sebagai ciri khas madrasah. Hal ini mencerminkan integrasi antara ilmu pengetahuan umum dan nilai-nilai keislaman.
“Melalui TKA ini, saya berharap kualitas pendidikan madrasah di Sulawesi Tengah semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki integritas yang kuat,” tutupnya.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran Kemenag juga berdialog langsung dengan kepala madrasah, proktor, dan pengawas ruang ujian. Fokus utama peninjauan mencakup kesiapan infrastruktur, khususnya stabilitas jaringan internet serta kelayakan perangkat komputer yang digunakan peserta.
Pelaksanaan TKA turut diawasi secara daring oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Zoom guna memastikan standar pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan.
Secara keseluruhan, pelaksanaan hari kedua asesmen terpantau berlangsung kondusif, lancar, dan tertib, dengan peserta mengikuti ujian sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Selain melakukan monitoring pelaksanaan TKA, Kakanwil juga menyempatkan meninjau proses Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) di madrasah tingkat MTs yang dikunjungi. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan tahapan penerimaan siswa baru berjalan transparan, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (**)
















