ELSINDO, PALU – Komitmen Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah dalam membangun tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan kembali menuai hasil membanggakan. Sejumlah Satuan Kerja (Satker) Madrasah Negeri berhasil meraih piagam penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) atas ketepatan dan kecepatan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Pengeluaran periode Desember 2025.
Penghargaan tersebut diraih pada Kategori Pagu Sedang (Rp10 miliar). Tak hanya itu, Satker Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah (419319) yang menaungi Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) serta Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) juga mencatatkan prestasi gemilang dengan menyabet peringkat terbaik pertama pada Kategori Pagu Kecil (di bawah Rp10 miliar).
Capaian ini diumumkan secara resmi melalui laman KPPN sebagai bagian dari evaluasi rutin bulanan. Evaluasi tersebut bertujuan mendorong peningkatan ketertiban, ketepatan, dan kecepatan penyampaian ADK LPJ sebagai wujud akuntabilitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, Junaidin, menegaskan bahwa prestasi ini merupakan refleksi dari budaya kerja yang menempatkan akuntabilitas dan transparansi sebagai prinsip utama.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa prinsip akuntabilitas dan transparansi telah melekat dalam setiap proses pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan,” ujar Junaidin di Palu, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan bersama sekaligus amanah yang harus dijaga secara konsisten. Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Satker madrasah, baik MTsN maupun MAN, atas dedikasi dan kerja kolektif yang telah ditunjukkan.
Lebih jauh, Junaidin menyampaikan bahwa keberhasilan ini turut berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap Kementerian Agama sebagai institusi pengelola anggaran negara. Meski demikian, ia mengingatkan agar prestasi tersebut tidak disikapi dengan euforia berlebihan.
“Prestasi ini bukan tujuan akhir. Kita bersyukur, tetapi harus tetap waspada dan profesional. Jangan sampai capaian ini membuat kita lengah terhadap tanggung jawab besar dalam mengelola keuangan negara,” tegasnya.
Ke depan, Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pengelola keuangan, serta mengoptimalkan fungsi pengawasan internal demi menjaga kualitas pengelolaan anggaran.
Junaidin juga menegaskan bahwa keberhasilan madrasah dalam tata kelola keuangan membuktikan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga profesional dalam pengelolaan anggaran.
“Anggaran yang kita kelola adalah amanah negara dan amanah umat. Pengelolaan keuangan yang baik harus bermuara pada peningkatan mutu layanan pendidikan madrasah,” pungkasnya. (**)















