ELSINDO, PALU — Kebakaran yang melanda SMAN 1 Pamona Selatan, Kabupaten Poso, menjadi perhatian Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah. Fraksi PKS meminta Dinas Pendidikan Sulteng memberikan penjelasan terkait kondisi dan penyebab kebakaran yang berdampak pada fasilitas pendidikan tersebut.
Perhatian itu disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., MH, bersama Anggota Fraksi PKS Sri Atun, usai rapat paripurna DPRD Sulawesi Tengah di Ruang Rapat Utama DPRD Sulteng, Selasa (15/9/2026).
Keduanya menanyakan langsung kondisi sekolah kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, H. Syam Zaini, S.Pd., M.Si.
Syam Zaini membenarkan adanya satu sekolah di Kabupaten Poso yang mengalami kebakaran. Sekolah tersebut adalah SMAN 1 Pamona Selatan.
Menurutnya, kebakaran sekolah tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar lokasi sekolah.
“Benar, ada satu sekolah yang terbakar. SMAN 1 Pamona Selatan. Kebakaran tersebut merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang berada di dekat sekolah,” ujar Syam Zaini saat memberikan penjelasan.
Informasi tersebut menjadi perhatian Fraksi PKS karena fasilitas sekolah merupakan bagian penting dalam menunjang proses belajar mengajar.
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, yang akrab disapa Bunda Wiwik, bersama Sri Atun terus menggali informasi terkait kondisi pendidikan di daerah, termasuk fasilitas sekolah yang terdampak kebakaran maupun bencana lainnya.
Bunda Wiwik menilai, setiap kejadian yang berdampak pada fasilitas pendidikan perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Penanganan yang cepat diperlukan agar kondisi tersebut tidak mengganggu aktivitas belajar para siswa.
Menurutnya, keberlangsungan pendidikan harus tetap menjadi perhatian meskipun daerah menghadapi berbagai kondisi darurat.
Fraksi PKS DPRD Sulteng juga mendorong pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk memastikan sekolah yang terdampak memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.
Langkah tersebut dinilai penting agar fasilitas pendidikan dapat kembali digunakan dan proses belajar mengajar di SMAN 1 Pamona Selatan dapat berjalan secara optimal.
Fraksi PKS berharap kondisi sekolah dan kebutuhan penanganannya dapat menjadi perhatian dalam kebijakan pemerintah daerah, terutama jika terdapat fasilitas yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Pertemuan antara Bunda Wiwik, Sri Atun dan Sekretaris Dinas Pendidikan Sulteng Syam Zaini berlangsung setelah rapat paripurna DPRD Sulawesi Tengah, Selasa (15/9/2026). (hnf)
Kebakaran Sekolah di Poso Jadi Perhatian Fraksi PKS DPRD Sulteng
PALU — Kebakaran yang melanda salah satu sekolah di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, mendapat perhatian dari Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah. Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., MH, bersama Anggota Fraksi PKS Sri Atun, menanyakan kondisi dan penyebab kebakaran tersebut kepada Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah.
Pertanyaan itu disampaikan usai pelaksanaan rapat paripurna DPRD Sulawesi Tengah di Ruang Rapat Utama DPRD Sulteng, Selasa (15/9/2026).
Menanggapi pertanyaan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, H. Syam Zaini, S.Pd., M.Si., membenarkan adanya satu sekolah di wilayah Kabupaten Poso yang mengalami kebakaran. Sekolah tersebut yakni SMAN 1 Pamona Selatan.
Menurut Syam Zaini, kebakaran sekolah tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar lokasi sekolah.
“Benar, ada satu sekolah yang terbakar. SMAN 1 Pamona Selatan Bu. Kebakaran tersebut merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang berada di dekat sekolah,” ujar Syam Zaini saat memberikan penjelasan.
Informasi tersebut menjadi perhatian Fraksi PKS, mengingat keberadaan fasilitas pendidikan sangat penting bagi keberlangsungan proses belajar mengajar, terutama bagi peserta didik di daerah yang terdampak bencana maupun kebakaran.
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, yang akrab disapa Bunda Wiwik, bersama Sri Atun terus menggali informasi terkait kondisi pendidikan di daerah, termasuk persoalan fasilitas sekolah yang terdampak kebakaran.
Bunda Wiwik menilai, setiap kejadian yang berdampak terhadap fasilitas pendidikan perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah agar aktivitas belajar mengajar para siswa tidak terganggu.
Fraksi PKS DPRD Sulteng juga mendorong agar sekolah yang terdampak mendapatkan penanganan dan perhatian sesuai kebutuhan, sehingga proses pendidikan dapat kembali berjalan secara optimal.
Pertemuan antara Bunda Wiwik, Sri Atun, dan Sekretaris Dinas Pendidikan Sulteng Syam Zaini berlangsung setelah rapat paripurna di Ruang Rapat Utama DPRD Sulawesi Tengah, Selasa (15/9/2026). (**)














