Kecelakaan Maut Kembali Terjadi di PETI Poboya, Pekerja Tambang Tewas di Vavolapo

OLAH TKP. (FOTO:IST)

PALU, ELSINDO – Kecelakaan kerja kembali merenggut nyawa di kawasan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Poboya, Kota Palu. Seorang pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden fatal yang terjadi di lokasi Vavolapo, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Sabtu (24/01) sekitar pukul 07.15 Wita.

Korban diketahui berinisial SD (42), warga Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu. Informasi tersebut disampaikan oleh sumber ELSINDO yang mengetahui langsung peristiwa tersebut.

Berdasarkan keterangan di lapangan, saat kejadian korban tengah melakukan pengambilan material tambang dengan cara bergantungan menggunakan tali di area tambang ilegal tersebut. Namun secara tiba-tiba, material dari bagian atas lokasi kerja runtuh dan menimpa korban.

“Korban terjatuh dari ketinggian sekitar 30 meter. Pada saat yang bersamaan, sebuah alat breker tangan yang berada di atas lokasi kerja ikut terjatuh dan menghantam bagian leher korban,” ungkap sumber tersebut.

Benturan keras menyebabkan korban mengalami luka berat, di antaranya kepala bagian belakang pecah serta patah tulang leher. Rekan-rekan korban kemudian mengevakuasi jenazah menggunakan mobil pick up menuju rumah duka.

Setelah dibawa ke rumah kakaknya, korban langsung dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 15.35 Wita di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu.

Hingga kini, kawasan PETI Poboya tercatat kerap terjadi kecelakaan kerja, bahkan beberapa di antaranya berujung pada hilangnya nyawa para penambang.

Sebelumnya, sebuah truk pengangkut material tambang mengalami kecelakaan tunggal pada Kamis (25/12) sekitar pukul 03.00 Wita dini hari. Saat melintasi jalur penurunan, kendaraan tersebut diduga mengalami gangguan teknis berupa rem blong hingga akhirnya terjun ke bawah. Korban berinisial UK, warga Desa Tompe, Pantai Barat, sempat dilarikan ke RS Sindhu Trisno Palu, namun dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Pada 3 Juni 2025, dua penambang dilaporkan tewas tertimbun longsor tanah di area PETI Poboya (Kijang 30). Kedua korban masing-masing berasal dari Kabupaten Sigi dan Gorontalo setelah material longsor dari atas bukit menimpa mereka saat bekerja.

Peristiwa longsor kembali terjadi pada 11 Desember 2025, menewaskan seorang penambang berinisial DD, asal Sulawesi Utara. Material tanah tiba-tiba longsor dan menimbun korban hingga meninggal dunia.

Selain itu, kecelakaan kendaraan tambang juga kerap terjadi. Sebuah dump truck terguling di jalur penanjakan Vavolapo pada 9 Desember 2025, diduga akibat kondisi jalan licin. Sopir mengalami luka-luka namun tidak ada korban jiwa. Sementara pada 13 Oktober 2025, sebuah truk lainnya terguling dan terperosok ke lubang galian, mengakibatkan pengemudi mengalami luka ringan.

Dalam peristiwa terkait, seorang penambang berinisial HR juga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor material saat memuat hasil tambang ke dalam truk. Selain itu, sepanjang 2025 juga tercatat kecelakaan dua truk bertabrakan di area PETI Vatutempa pada Juni 2025, serta insiden pekerja tambang yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat kecelakaan kerja pada akhir November 2025. (**)