ELSINDO, PALU– Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Seleksi Tahap II Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter Tahun 1447 H/2026 M, di Gedung Asrama Haji Transit Palu. Sebanyak 28 calon petugas mengikuti proses seleksi ketat tersebut.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulteng, H. Muchlis, menegaskan bahwa tugas sebagai petugas haji merupakan amanah besar yang membutuhkan keikhlasan, integritas, serta pengabdian tanpa batas.
Di hadapan peserta seleksi, Muchlis membacakan secara lengkap sambutan resmi Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Muhammad Irfan Yusuf, yang menekankan bahwa penyelenggaraan haji adalah tugas nasional lintas kementerian, baik di Indonesia maupun Arab Saudi. Karena itu, kualitas petugas harus dipastikan melalui proses seleksi yang benar-benar objektif.
“Petugas haji berada di garda terdepan dalam memberikan pelayanan, pembinaan, dan perlindungan bagi jemaah. Ini tugas mulia yang harus dijalankan dengan hati yang tulus dan sepenuh jiwa,” ujar Muchlis mengutip sambutan Menteri.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa peningkatan pelayanan haji harus dibangun melalui kualitas pembinaan yang baik, sistem manajemen yang terukur, serta perlindungan jemaah tanpa memandang latar belakang apa pun.
Pada seleksi tahap ini, peserta mengikuti tes kompetensi berbasis CAT (60 persen) dan wawancara pendalaman tugas (40 persen). Proses seleksi digelar serentak di 31 provinsi, kecuali Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sementara fokus pada penanganan bencana.
Muchlis kemudian memberikan pesan khusus kepada para peserta yang kelak terpilih menjadi petugas haji.
“Jalankan tugas mulia ini dengan keikhlasan. Jadilah petugas yang dicintai Allah dan disayang jemaah. Jangan jadikan materi sebagai orientasi, karena pahala dan kemuliaan yang Allah janjikan jauh lebih indah,” tuturnya.
Ia turut membagikan pengalamannya selama empat kali bertugas sebagai petugas haji, mulai dari PHD hingga kasektor. Menurutnya, tantangan di lapangan kerap membutuhkan kesabaran ekstra.
“Kita mungkin sudah berbuat terbaik, tapi tetap ada jemaah yang marah. Itu ujian bagi kita sebagai pelayan tamu Allah. Namun saat kita berhasil melayani dengan baik, kebahagiaannya tidak tergantikan,” ujarnya.
Muchlis juga menegaskan bahwa sistem rekrutmen petugas haji kini semakin objektif dan profesional.
“Seleksi tidak pernah diwarnai titipan. Tahun lalu ada yang baru sekali ikut langsung lulus, ada juga yang mencoba berulang kali. Semua itu takdir Allah. Saya sendiri pernah sudah siapkan seragam, tapi tidak dipanggil,” kisahnya.
Ia menutup arahannya dengan mengajak seluruh peserta memantapkan niat dan semangat pengabdian.
“Jika terpilih, manfaatkan kesempatan ini untuk beribadah dan melayani jemaah sebaik mungkin. Semoga Allah memberi jalan terbaik bagi kita semua,” pungkasnya.(del)















