ELSINDO, PALU – Hingga Agustus 2026, tercatat ketersediaan stok beras yang dikuasai Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tengah masih tetap aman kurang lebih hampir mencapai sekitar 16.973 ton.
“Stok tersebut menjadi salah satu penopang kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Sulteng, Jusri belum lama ini.
Sementara itu, stok yang berada dalam pengelolaan dan distribusi langsung Kanwil Bulog Sulteng mencapai 9.365 ton. Beras tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.
“Stok beras yang tersimpan di gudang dipastikan aman. Kebetulan untuk target serapan beras dan gabah sudah tercapai, bahkan program Bantuan Pangan juga telah disalurkan,” ungkap Pinwi Bulog, Jusri.
Meskipun target serapan gabah dan beras telah tercapai. Namun, Jusri mengaku bahwa di sisa tahun ini serapan domestik tetap akan digenjot demi swasembada pangan yang makin solid di Sulawesi Tengah.
“Tercatat, realisasi penyerapan gabah dan beras hingga 21 Agustus 2026 mencapai 100,78 persen. Jika dikonfersi secara tonase, realisasi mencapai 11.400,68 ton setara beras,” ujar Jusri.
Jusri mengatakan, dengan terealisasinya target tahunan yang dibebankan pusat, tak berarti penyerapan berhenti. Pihaknya memastikan terus tancap gas menyerap hasil panen petani.
“Dengan cadangan beras yang tersedia, Bulog Sulteng memastikan kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah tetap dapat dilayani, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menjaga pangan sebagai salah satu fondasi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. (FA)













