ELSINDO, MAGELANG– Ketua DPRD Sulteng, H. Mohammad Arus Abdul Karim, mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KP2D) di Akademi Militer (Akmil) TNI AD, Lembah Tidar, Magelang. Memasuki hari keempat pelaksanaan, Sabtu (28/4/2026), momen yang paling dinantikan para pimpinan DPRD se-Indonesia adalah pengarahan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
Sejak pagi hari, suasana di kawasan Akmil tampak dipenuhi kesiapsiagaan tinggi. Sejumlah akses jalan di sekitar lokasi bahkan dibatasi, mencerminkan pentingnya agenda nasional tersebut.
KP2D yang telah memasuki hari keempat ini bukan sekadar pelatihan biasa. Kegiatan ini menjadi ajang penggemblengan bagi para pimpinan daerah untuk mengasah kapasitas kepemimpinan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menyelaraskan visi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menilai forum tersebut memiliki nilai strategis, sehingga ia memilih hadir secara langsung. Ia menegaskan pentingnya peran pimpinan DPRD dalam mendukung arah kebijakan nasional di daerah.
“Setelah saya mengetahui bahwa di sini ada seluruh ketua DPRD se-Indonesia, saya anggap penting dan tepat kalau saya hadir langsung,” ujar Presiden.
Selain pengarahan Presiden, para peserta juga mendapatkan materi dari sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Beberapa pejabat yang hadir di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai isu strategis, mulai dari pembangunan nasional, stabilitas politik, hingga penguatan tata kelola pemerintahan daerah.
Kehadiran Presiden Prabowo di kampus Akmil menjadi titik kulminasi kegiatan yang sarat pesan kebangsaan dan arah kebijakan masa depan Indonesia. Para peserta, termasuk Arus Abdul Karim, diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di daerah masing-masing.
Semangat disiplin dan komitmen yang terpancar dari Lembah Tidar menjadi sinyal kuat bahwa para pemimpin daerah tengah dipersiapkan untuk membawa Indonesia menuju lompatan besar yang lebih bermartabat dan berdaya saing.(**)
















