ELSINDO, PALU – Upaya membuka peluang kerja bagi generasi muda Sulawesi Tengah terus digencarkan. PT Kinki Education Center kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Firmanza, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng, Donny K. Budjang.
Dalam kesempatan itu, Executive Manager Kinki Education Center, Mr. Kanemoto, menegaskan komitmen pihaknya untuk membantu mengurangi angka pengangguran, khususnya di Sulawesi. Ia hadir langsung dari Jepang dan didampingi Direktur Kinki Education Center dari Jakarta.
Direktur PT Kinki Education Center, Akhmad Hidayat Yusuf, juga turut hadir dalam pertemuan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
Mr. Kanemoto menjelaskan, Kinki Group tengah mengembangkan sistem terintegrasi yang bertujuan mempermudah proses pelatihan hingga penyaluran tenaga kerja. Sistem tersebut tidak hanya ditujukan untuk internal perusahaan, tetapi juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh berbagai perusahaan di Indonesia.
“Tujuan utama kami adalah mengurangi pengangguran. Sistem ini dirancang agar memudahkan perekrutan, pengurusan dokumen, hingga meningkatkan kemampuan, termasuk bahasa Jepang,” ujarnya.
Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi lulusan SMA untuk mendapatkan pelatihan keterampilan sebelum masuk ke dunia industri, termasuk kesempatan magang dan bekerja di Jepang.
Kepala Cabang PT Kinki Education Center, Ical Kate, juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat berkolaborasi secara aktif sehingga program yang ditawarkan dapat memberikan manfaat nyata bagi generasi muda.
“Kami berharap dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah agar program ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh anak-anak muda, khususnya generasi bangsa,” ungkapnya.
Gubernur Anwar Hafid menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai program kerja sama ini dapat menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses kerja bagi generasi muda.
“Saya sangat mengapresiasi program ini. Semoga memberikan manfaat bagi anak-anak kita,” ungkapnya.
Gubernur juga menyatakan persetujuannya terhadap rencana kerja sama tersebut dan meminta agar teknis pelaksanaan segera dikoordinasikan dengan Dinas Tenaga Kerja.
Di sisi lain, ia menyoroti kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri Sulawesi Tengah yang terus berkembang. Menurutnya, peningkatan kemampuan bahasa asing, seperti Mandarin, juga menjadi perhatian untuk menggantikan peran penerjemah dari luar daerah.
“Setelah lulus sekolah, kalau sudah punya keterampilan, kita dorong langsung masuk kerja. Kalau ada kebutuhan industri lain, kita juga siap menyesuaikan,” tambahnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta ekosistem pelatihan dan penyaluran tenaga kerja yang lebih efektif, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menekan angka pengangguran di Sulawesi Tengah. (**)
















