ELSINDO, PALU – Upaya Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam menertibkan tambang bermasalah mendapat dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan kesiapan menindak tegas tambang perusak lingkungan setelah melihat dampak nyata aktivitas pertambangan yang memicu bencana banjir di Morowali Utara.
Dalam audiensi bersama Gubernur Anwar Hafid, Menteri Hanif mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengevaluasi dan memetakan seluruh areal kerja pertambangan, terutama tambang nikel yang beroperasi di Sulawesi Tengah.
“Setelah kejadian banjir, kita langsung berbenah. Aktivitas pertambangan nikel di Morowali sedang kami evaluasi, dan tim sudah turun melakukan pemetaan menyeluruh,” ujar Hanif Faisol.
Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa selama hampir satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido, Pemprov Sulteng telah menghentikan dan mencabut izin sejumlah tambang yang terbukti merugikan masyarakat serta merusak lingkungan. Bahkan, izin tambang nikel di Morowali Utara dihentikan sementara hingga perusahaan bertanggung jawab memulihkan kerusakan.
Menurut Anwar Hafid, investasi yang baik adalah investasi yang menjaga alam dan tidak mengancam pemukiman rakyat. “Bagi Sulawesi Tengah, investasi terbaik adalah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tegasnya.
Audiensi ini menjadi tonggak penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan sektor pertambangan berjalan sesuai aturan serta berpihak pada keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan. (**)















