ELSINDO, MOROWALI- Menyikapi terhentinya aktivitas PT Wangsiang yang berdampak pada ratusan pekerja, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si memastikan akan segera berkomunikasi langsung dengan investor untuk mencari jalan keluar terbaik.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pabrik PT Wangsiang di Desa Siung Batu, Morowali, Jumat (5/12/2025). Ia menyayangkan berhentinya salah satu smelter perusahaan selama tujuh bulan terakhir, yang menyebabkan merosotnya jumlah tenaga kerja secara signifikan.
“Sebelumnya ada sekitar 1.200 karyawan. Sekarang yang bertahan hanya sekitar 200 orang. Ini tentu menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Gubernur.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memiliki kepentingan besar dalam menjaga keberlanjutan investasi dan keberlangsungan hidup masyarakat yang menggantungkan ekonomi pada sektor industri pengolahan.
“Kita berharap PT Wangsiang dapat kembali beroperasi. Jika perusahaan hidup, lapangan kerja terbuka dan ekonomi masyarakat ikut pulih,” ujarnya.
Selain meninjau pabrik, Gubernur juga meninjau fasilitas pelabuhan perusahaan yang merupakan bagian dari kerja sama antara PT Wangsiang dan pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah (Perusda) yang telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Anwar Hafid didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, Kepala Badan Kesbangpol Drs. Arfan, M.Si, serta jajaran manajemen PT Wangsiang.
Pemerintah Provinsi berharap, melalui komunikasi intensif dan langkah strategis, aktivitas industri PT Wangsiang dapat kembali berjalan optimal demi kesejahteraan pekerja dan pembangunan Morowali. (**)













