Lima Motor Konversi Listrik Lahir dari Bengkel SMK Negeri 3 Palu Berkat Dukungan PLN

ELSINDO, PALU– Dukungan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Sultenggo) terhadap pengembangan pendidikan vokasi di Sulawesi Tengah kembali membuahkan hasil membanggakan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN membantu SMK Negeri 3 Palu dalam pelatihan dan praktik Edukasi Ekosistem Green Energy yang berhasil melahirkan lima unit motor listrik hasil konversi karya siswa.

Penutupan kegiatan yang digelar pada Selasa (7/10/2025) berlangsung meriah di halaman SMK Negeri 3 Palu. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah yang mewakili Gubernur Anwar Hafid, serta jajaran manajemen PLN Sultenggo yang memberikan apresiasi atas dedikasi para guru dan siswa.

Kepala SMK Negeri 3 Palu, Hamka, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah belajar dan praktik langsung bagi siswa jurusan Teknik Sepeda Motor dan Teknik Kelistrikan, yang berkolaborasi lintas sekolah bersama SMK Negeri 6 Palu dan SMK Bina Potensi.

“Kami ingin siswa tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu berinovasi dan menghasilkan karya nyata. Dukungan PLN melalui program TJSL ini sangat berarti bagi dunia pendidikan vokasi,” ujar Hamka.

Hasil kolaborasi tersebut melahirkan lima unit motor konversi listrik dari berbagai tipe, seperti Yamaha Mio GT, Honda Beat, Vespa klasik, Supra X, hingga Honda C70. Motor listrik buatan siswa ini memiliki waktu pengisian daya 5–6 jam dengan jarak tempuh hingga 60 kilometer, sepenuhnya berfungsi normal.

Hamka menambahkan, tahap awal motor listrik tersebut akan dimanfaatkan di lingkungan sekolah sebagai sarana praktik dan pembelajaran, sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berinovasi di bidang energi terbarukan.

“Ini bukti bahwa anak-anak kita punya kemampuan besar jika diberi ruang dan dukungan. Semoga kegiatan ini menginspirasi sekolah lain di Sulteng,” pungkasnya.

Melalui program TJSL ini, PLN Sultenggo tidak hanya mendorong inovasi teknologi, tetapi juga memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya energi bersih dan keberlanjutan lingkungan.

“Kami berharap sinergi seperti ini terus tumbuh. Dunia pendidikan adalah kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk masa depan energi hijau Indonesia,” ujar perwakilan PLN Sultenggo. (**)