LKP Sukma Salon Bekali 25 Perempuan dengan Keterampilan Tata Rias dan Modal Usaha

Pimpinan LKP Sukma Salon, Sarina Lukya, bersama Kabid PAUD-PNF, Taufik, serta sejumlah instruktur dan peserta pelatihan saat foto bersama di acara pembukaan pelatihan. (FOTO: ISTIMEWA)

ELSINDO, PALU – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sukma Salon kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui pelatihan keterampilan tata rias wajah yang digelar di Jalan Anoa I, Kota Palu, Jumat (15/5/2026).

Sebanyak 25 peserta dari kalangan masyarakat kurang mampu dan lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi mengikuti pelatihan ini secara gratis. Program tersebut merupakan bagian dari Program Kecakapan Wirausaha (PKW) yang didukung oleh Kementerian Pendidikan.

Pimpinan LKP Sukma Salon, Sarina Lukya, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan praktis agar mampu mandiri secara ekonomi.

“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk membantu anak-anak yang tidak mampu melanjutkan sekolah, tetapi memiliki keinginan kuat untuk memiliki keterampilan. Harapannya, mereka bisa membuka usaha sendiri dan mandiri,” ujar Sarina.

Menurutnya, sejak berdiri pada 2011, LKP Sukma Salon terus dipercaya melaksanakan berbagai program pelatihan berbasis keterampilan. Selama lebih dari satu dekade, banyak alumninya yang berhasil membangun usaha sendiri, bahkan beberapa di antaranya kini telah menjadi instruktur.

“Setelah pelatihan selesai, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga akan memperoleh satu set peralatan salon untuk membuka usaha. Kami juga melakukan pendampingan selama satu tahun penuh agar mereka benar-benar berkembang,” jelasnya.

Sarina berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kota Palu terus memberikan dukungan terhadap program-program pemberdayaan masyarakat seperti ini.

“Kami berharap Bapak Gubernur dan Bapak Wali Kota Palu terus memperhatikan dan mendukung warga yang ingin meningkatkan keterampilan agar mereka semakin termotivasi,” katanya.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai wilayah di sekitar Kota Palu, terutama dari kalangan pemuda yang tidak lagi bersekolah namun memiliki semangat untuk belajar dan berwirausaha.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Taufik Lamuhido, menyatakan bahwa pelatihan tersebut sangat bermanfaat dalam membuka peluang usaha baru bagi generasi muda.

“Ini adalah program kecakapan wirausaha yang memang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu, khususnya lulusan SMA yang tidak melanjutkan kuliah. Mereka akan dibekali keterampilan dan diberikan bantuan alat kecantikan agar bisa langsung membuka usaha,” ujar Taufik.

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu akan terus melakukan pemantauan setelah pelatihan selesai guna memastikan peserta benar-benar memanfaatkan bantuan yang diberikan.

“Kami tidak ingin program ini berhenti hanya sampai pelatihan. Kami akan turun langsung untuk melihat perkembangan peserta dan memastikan usaha yang dirintis benar-benar berjalan,” katanya.

Taufik berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga dapat memperoleh hasil maksimal.

“Kalau mereka serius, maka keterampilan yang didapat akan menjadi bekal berharga untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi keluarga,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Rahma Dani, mengatakan tujuan dirinya mengikuti pelatihan tersebut untuk mengembangkan bakat di bidang tata rias.

“Tujuan saya mengikuti pelatihan ini tentunya untuk mengembangkan bakat saya karena saya suka sekali di bidang make up. Harapan saya ke depannya bisa mengikuti jejak pimpinan LKP Sukma Salon ini dan dapat membuka usaha salon sendiri serta membanggakan kedua orang tua,” ujar Rahma. (**)