• dinas pangan

LP2M UIN Datokarama Kembangkan Desa Menjadi Desa Percontohan Moderasi Beragama di Sulteng

LP2M
Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama terus mewujudkan kontribusi nyata dalam memajukan pembangunan daerah, khususnya di Sulawesi Tengah. FOTO: ISTIMEWA

ELSINSO, PALU- Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama terus mewujudkan kontribusi nyata dalam memajukan pembangunan daerah, khususnya di Sulawesi Tengah. Melalui kepemimpinan Ketua LP2M UIN Datokarama, Doktor Sahran Raden, langkah terbaru mereka adalah mengembangkan desa binaan menjadi desa percontohan moderasi beragama.

Doktor Saran Radem, dalam keterangan yang diperoleh dari Kota Palu, Rabu, 7 Februari 2024 menyatakan bahwa transformasi desa binaan menjadi desa moderasi beragama merupakan bagian dari komitmen UIN Datokarama dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam aspek kerukunan umat beragama di tingkat desa.

“Pengembangan desa moderasi beragama kami berfokus pada membangun komitmen kebangsaan, memperkuat toleransi, mengurangi kekerasan, dan mendorong penerimaan terhadap budaya lokal,” ujar Sahran Raden.

Proses pengembangan desa moderasi beragama ini, kata Sahran, melibatkan penguatan indikator moderasi beragama seperti pembinaan komitmen kebangsaan, promosi toleransi antar sesama manusia/umat beragama, upaya pencegahan kekerasan, serta penanaman sikap terbuka terhadap budaya lokal.

UIN Datokarama telah menetapkan beberapa desa binaan sebagai fokus pengembangan, termasuk Kelurahan Layana di Kota Palu, Desa Pandere dan Desa Kalawara di Kabupaten Sigi, Desa Sausu dan Desa Silabia di Kabupaten Donggala, serta Desa Minti Makmur di Kabupaten Donggala.

Program pengembangan desa binaan tersebut dibagi ke dalam tiga kluster. Kluster pertama adalah pengembangan moderasi beragama, sementara kluster kedua berfokus pada pengembangan desa sebagai pusat pelayanan publik dengan program desa mandiri produktif dan desa mandiri berprestasi.

“Kluster kedua ini melibatkan pengembangan produk hukum pemerintahan desa, penguatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa), serta program untuk menurunkan tingkat stunting dan kemiskinan,” jelasnya.

Sementara itu, kluster ketiga mencakup pengembangan desa sebagai pusat wirausaha dengan program kemitraan bisnis produk unggulan desa, manajemen bisnis, dan pengembangan kewirausahaan desa.

Dalam pelaksanaannya, UIN Datokarama bekerja sama dengan pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta sektor swasta untuk memastikan pembangunan desa yang mandiri, maju, dan produktif.

“Inisiatif pengembangan desa binaan oleh UIN Datokarama Palu merupakan wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat, yang menjadi kontribusi kami kepada masyarakat dan bangsa, serta menjadikan kampus sebagai motor penggerak pembangunan pedesaan di Indonesia,” tambahnya.

LP2M memulai proses supervisi dan pemantauan pada desa binaan dengan kunjungan pertama dilakukan di Desa Minti Makmur, Kabupaten Donggala. Sahran mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut juga bertujuan untuk mengevaluasi lahan hibah yang diberikan oleh Pemerintah Desa Minti Makmur kepada UIN Datokarama Palu.

“Pemerintah Desa Minti Makmur telah menghibahkan lahan seluas 7.200 meter persegi kepada kami. Lahan ini akan kami gunakan untuk mendirikan pondok pesantren sesuai dengan aspirasi dari pemerintah desa dan masyarakat,” paparnya.