ELSINDO, PALU– Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu menggelar Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan pelepasan siswa kelas XII dengan penuh khidmat. Sekitar 500 siswa dilepas pada momentum tersebut, sementara 54 siswa di antaranya diwisuda sebagai penghafal Al-Qur’an.

Kepala MAN 2 Palu, Dr. Taufik, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari capaian besar madrasah dalam membina generasi unggul, baik dari sisi akademik maupun keagamaan.
Ia juga mengungkapkan bahwa MAN 2 Palu saat ini tengah berproses menuju predikat Zona Integritas. Penilaian telah dilakukan langsung oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI.
“Alhamdulillah, beberapa madrasah di Sulawesi Tengah sudah mengirimkan surat untuk menjadikan MAN 2 Palu sebagai tempat studi tiru pelaksanaan zona integritas,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga tengah melakukan penguatan data prestasi melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dengan target masuk 100 sekolah terbaik nasional pada 2027 dan menjadi 10 besar sekolah terbaik di kawasan timur Indonesia pada 2030.
“Ini bagian dari kontribusi kami dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Tak hanya itu, tim MAN 2 Palu juga telah menyelesaikan dokumen pengusulan sebagai bagian dari program transformasi unggulan Garuda yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dari sisi prestasi siswa, capaian tahun ini terbilang membanggakan. Dari 500 siswa, sebanyak 64 siswa berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di berbagai perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Negeri Malang, universitas di Yogyakarta, Universitas Hasanuddin, hingga Universitas Tadulako.
Selain itu, sebanyak 80 siswa diterima melalui jalur SPAN-PTKIN di berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Indonesia. Hingga saat ini jumlah tersebut masih terus bertambah.
Prestasi juga diraih di tingkat internasional. Tiga siswa berhasil melanjutkan studi ke luar negeri melalui jalur beasiswa, masing-masing dua orang di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, dan satu orang di Universitas Ankara, Turki.
Sementara itu, siswa lainnya masih akan berjuang melalui jalur tes UTBK-SNBT dengan pendampingan intensif dari tim “Plus PTN” yang dimiliki MAN 2 Palu.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, menyampaikan pesan penting kepada para siswa dan seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh aspek akademik, tetapi juga oleh integritas, kolaborasi, serta tanggung jawab bersama. Menurutnya, madrasah harus terus membangun kepercayaan masyarakat melalui kualitas pendidikan yang unggul dan berintegritas.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab terhadap masa depan generasi muda berada di tangan para pengelola pendidikan, mulai dari kepala madrasah hingga tenaga pendidik. Proses pendidikan, kata dia, harus berjalan utuh mulai dari input, proses hingga output secara seimbang.
Program seperti boarding school dinilai sebagai langkah strategis dalam mengintegrasikan pembinaan akademik dan karakter spiritual siswa. Selain itu, komunikasi dan kolaborasi juga menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan, mulai dari infrastruktur hingga kualitas tenaga pendidik.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan tiga pesan utama kepada para siswa. Pertama, jangan pernah meninggalkan sholat dalam kondisi apapun, karena keberkahan ilmu sangat ditentukan oleh kedekatan kepada Allah SWT. Kedua, hormati orang tua dan guru sebagai kunci keberhasilan dan keberkahan hidup. Ketiga, terus berjuang dan tidak mudah menyerah, karena kelulusan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan menuju masa depan.
“Ini bukan proses akhir, tetapi awal menuju kesuksesan. Manfaatkan ilmu yang diperoleh dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kementerian Agama Kota Palu, Ahmad Hasni, serta sejumlah kepala madrasah di Kota Palu. (**)
















