ELSINDO, PALU– Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, H. Muh. Syamsu Nursi, menegaskan pentingnya pelaksanaan Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama) tahun ajaran 2025–2026 berlangsung dalam suasana yang nyaman dan kondusif.
“Lakukan pengenalan lingkungan madrasah dengan cara yang ramah, sopan, dan santun. Jangan sampai peserta didik merasa takut atau tertekan saat memasuki lingkungan baru. Suasana harus dibuat senyaman mungkin,” ujar Syamsu, belum lama ini.
Syamsu menjelaskan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran serta petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan Matsama, mengacu pada pedoman yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI. Ia menegaskan, semua komponen dalam juknis tersebut wajib dilaksanakan sepenuhnya.
“Yang terpenting, tidak boleh ada tindakan kekerasan dalam bentuk apapun yang dapat menimbulkan trauma atau ketidaknyamanan bagi peserta didik baru. Jika ditemukan pelanggaran, kami tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada kepala madrasah maupun panitia Matsama,” tegasnya.
Senada dengan itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI, Nyayu Khodijah, turut menekankan bahwa Matsama dirancang untuk membantu siswa baru beradaptasi secara menyeluruh dengan lingkungan madrasah.
“Etika menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan Matsama. Kegiatan harus dilandasi sikap saling menghormati, empati, kejujuran, dan kepedulian. Tidak boleh ada unsur kekerasan sama sekali,” ujar Nyayu di Jakarta, Selasa (2/7/2025), sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemenag.
Lebih jauh, Nyayu berharap Matsama bisa menjadi ajang menumbuhkan kebanggaan terhadap madrasah, sekaligus membentuk karakter positif dan semangat belajar peserta didik sejak dini.
“Interaksi sosial yang sehat antara siswa dengan sesama teman, kakak kelas, guru, dan tenaga kependidikan harus menjadi bagian penting dalam proses pengenalan ini,” tutupnya. (**)















