Benteng Somba Opu
Oleh: N. Muhammadong
Di tepi sungai jeneberang,
sebuah benteng tua
berdiri.
Menyimpan gema meriam,
dan jejak darah
para ksatria.
Di sana Sultan Hasanuddin,
dengan badik dan tombak,
pernah bertahan
melawan Speelman.
Langit Makassar menyala.
Benteng pun runtuh.
Namun semangat
tak pernah mati.
Kini di atas puing itu,
kulihat anak-anak
bersenda gurau.
Berfoto ria di antara
batu dan tembok
yang membisu.
Semoga mereka tahu,
bahwa tanah yang dipijaki,
pernah mengalir darah,
demi tegaknya
kehormatan.









