ELSINDO, PALU- Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, melepas secara resmi Kafilah Sulteng yang akan berlaga pada ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) ke-28 tingkat nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara. Dengan penuh semangat, ia menyerukan pesan motivasi kuat: “Nemaeka! Jangan Takut.”
Dalam prosesi pelepasan yang digelar di Masjid Kantor Gubernur Sulteng, Senin (6/10), Gubernur Anwar menegaskan bahwa rasa percaya diri adalah kunci utama untuk meraih prestasi di panggung nasional.
“Jangan takut sedikit pun menghadapi kompetisi. Hanya orang berani yang juara,” tegasnya, disambut sorak semangat para peserta.
Ia mengajak seluruh kafilah menjadikan semangat Nemaeka sebagai tameng keberanian dan optimisme selama berlomba di Bumi Anoa pada 9 Oktober mendatang.
Menurut Gubernur Anwar, prestasi yang diraih para kafilah bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga bukti nyata bahwa cita-cita Sulteng Nambaso—Sulawesi Tengah yang maju, bermartabat, dan unggul—mulai terwujud.
“Kalau kita bisa berprestasi, itu tandanya Sulteng Nambaso mulai menampakkan hasilnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga konsentrasi dan semangat selama berada di Kendari.
“Tetap semangat, tetap fokus, dan jangan pernah gugup. Tampilkan yang terbaik untuk daerah kita,” pesannya penuh motivasi.
Kepada para pendamping, Gubernur Anwar berpesan agar memastikan seluruh kebutuhan kafilah terpenuhi sehingga peserta dapat berlaga dengan maksimal.
“Pastikan para peserta kita nyaman dan siap tampil. Mereka membawa nama baik pemerintah dan rakyat Sulawesi Tengah,” tambahnya.
Pelepasan kafilah ditandai dengan penyerahan pataka Sulteng dari Gubernur kepada Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dr. Fahrudin, S.Sos., M.Si. Acara turut dihadiri para asisten, staf ahli gubernur, serta kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulteng.
Dengan semangat “Nemaeka”, Gubernur Anwar berharap kafilah Sulteng mampu tampil percaya diri dan membawa pulang prestasi gemilang dari ajang STQH Nasional di Kendari. (**)















