Penuh Haru, MTsN 3 Palu Gelar Perpisahan Siswa Kelas IX dengan Sederhana namun Bermakna

Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sulteng, H. Syamsu Nursi, didampingi Kamad MTsN 3 Palu, saat meletakkan mahkota kepada siswa yang hafal Quran. (FOTO: FADEL)

ELSINDO, PALU – Suasana haru menyelimuti halaman MTs Negeri 3 Kota Palu saat madrasah tersebut menggelar acara perpisahan bagi 99 siswa kelas IX yang lulus tahun ini, Sabtu (17/5/2025).

Acara sederhana namun penuh makna itu turut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muh Syamsu Nursi, dan perwakilan dari Kemenag Kota Palu.

Kepala MTsN 3 Palu, Hj. Zaenab Badjeber, menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh orang tua dan komite sekolah yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, meski dengan keterbatasan. Menurutnya, perpisahan ini awalnya nyaris batal dilaksanakan akibat adanya surat edaran yang melarang pelaksanaan acara di hotel dan secara mewah.

“Anak-anak sangat ingin menunjukkan bakat mereka, jadi setelah berdiskusi dengan komite dan melihat antusiasme siswa, kami sepakat untuk menggelar perpisahan di lingkungan sekolah dengan konsep yang sederhana,” ungkap Zaenab.

Ia pun tak kuasa menahan haru saat mengenang perjuangan para siswa yang tetap semangat belajar meski harus menempuh pendidikan di tengah keterbatasan pasca-bencana likuifaksi.

“Gedung sekolah kami dulu hancur, tapi semangat anak-anak tak pernah padam. Mereka layak mendapat apresiasi sebesar-besarnya,” ujarnya.

Zaenab juga mengungkapkan bahwa momen ini terasa spesial baginya secara pribadi, karena menjadi perpisahan terakhir sebelum ia memasuki masa pensiun tahun depan. “Banyak kesan yang tertinggal bersama angkatan ini. Saya yakin, insyaallah mereka semua bisa menggapai cita-cita,” pesannya, penuh harap.

Senada dengan itu, Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sulteng, H. Syamsu Nursi, turut memberikan apresiasi kepada seluruh siswa dan pihak madrasah. Ia menyebut perjuangan mereka sebagai inspirasi, mengingat proses belajar berlangsung dalam kondisi yang jauh dari ideal setelah gedung utama di Jalan Dewi Sartika luluh lantak akibat bencana.

“Anak-anak ini luar biasa. Mereka masuk dan bertahan di madrasah ini saat belum ada apa-apa. Mereka layak kita banggakan. Jangan berhenti sampai di sini. Madrasah Aliyah masih terbuka menerima kalian untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, rombongan pejabat Kemenag turut meninjau pembangunan masjid MTsN 3 Palu yang saat ini tengah berlangsung, menjadi simbol semangat baru bagi madrasah yang terus bangkit pasca-bencana. (del)