Berita  

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Dinkes Sulteng Latih Tenaga Kesehatan Tangani Gizi Darurat

ELSINDO, PALU– Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, sebanyak 30 tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan mengikuti Pelatihan Gizi Bencana yang berlangsung pada 19–22 Mei 2026 di UPT Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Palu.

Kegiatan yang digelar di Jalan Prof. Moh. Yamin Nomor 39 Palu tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan dalam menghadapi situasi darurat dan penanggulangan bencana, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah yang dikenal sebagai salah satu daerah rawan bencana di Indonesia.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai unsur, mulai dari pengelola program gizi dan pengelola krisis kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Provinsi Sulawesi Tengah.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap tingginya potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, seperti gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang pernah melanda Sulawesi Tengah. Selain menimbulkan kerusakan fisik dan sosial, bencana juga berdampak serius terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan teknis terkait penanganan gizi pada masa tanggap darurat. Materi yang diberikan mencakup manajemen respons gizi saat bencana, koordinasi lintas sektor, kajian dampak bencana terhadap status gizi masyarakat, penyusunan rencana respons gizi, hingga penyusunan rencana kesiapsiagaan gizi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai kebijakan nasional penanganan gizi dalam situasi bencana, penguatan komitmen pembelajaran, serta penyusunan rencana tindak lanjut sebagai bentuk implementasi hasil pelatihan setelah kembali ke wilayah kerja masing-masing.

Untuk memastikan materi dapat dipahami secara optimal, pelatihan menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif, mulai dari ceramah, diskusi kelompok, studi kasus, tanya jawab, hingga simulasi gabungan yang menggambarkan kondisi nyata saat terjadi bencana.

Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengambil keputusan cepat dan tepat dalam menangani persoalan gizi masyarakat di tengah kondisi kedaruratan.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah berharap pelatihan ini dapat melahirkan tenaga kesehatan yang semakin profesional, tanggap, dan terkoordinasi dalam memberikan pelayanan gizi saat bencana terjadi. Dengan demikian, risiko terjadinya masalah gizi dan dampak kesehatan yang lebih luas pada masyarakat terdampak dapat diminimalkan.

Pelatihan Gizi Bencana Tahun 2026 ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan dan kesiapsiagaan bencana di daerah. (**)