Petani Lebih Untung Jual Gabah Ke Bulog

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah, Jusri, melakukan serangkaian kunjungan kerja ke sejumlah sentra serapan beras dan gabah di wilayah Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. FOTO : Istimewa

ELSINDO, PALU – Jika dihitung sekitar 10 persen biaya yang harus dikeluarkan petani pada saat memproses gabah menjadi beras. Namun, kini para petani lebih diuntungkan bilamana menjual hasil gabahnya ke pihak Bulog.

“Kalau dihitung tanpa mereka pikirkan lagi biaya pengolahan gabah ke penggilingan, petani lebih irit jika menjual ke Bulog karena kami yang keluarkan biaya diolah menjadi beras,” ujar Pemimpin Bulog Kanwil Sulteng, Jusri, Kamis (16/7/2026).

Dikatakan, menjual gabah ke Bulog lebih menguntungkan karena memberikan harga beli yang lebih tinggi atau mencapai Rp6.500/kg. Selain itu, mampu mengurangi susut berat gabah dan menekan biaya pengolahan.

“Petani juga tidak perlu repot menanggung biaya transportasi karena Bulog siap menjemput hasil panen langsung ke sawah dan melakukan pembayaran tunai di tempat,” kata Jusri.

Menurutnya, minat petani di Sulteng untuk menjual hasil panen dalam bentuk gabah ke Perum Bulog terus meningkat. Hal itu tercermin dari realisasi yang telah melampaui target tahunan hingga mencapai 120 persen.

“Untuk pengadaan gabah, kami ditargetkan 13.900 ton dan realisasi kami sudah melampaui di angka 16.640 ton lebih. Jadi sudah sekitar 120 persen atau melampaui dari target,” kata Jusri.

Ia menyebut bahwa petani yang telah merasakan manfaat penjualan gabah cenderung ingin kembali menjual hasil panennya kepada Bulog. Oleh karena itu, pihaknya akan terus memperluas sosialisasi ke petani.

“Terutama menjelang musim panen kedua tahun ini agar semakin banyak petani memanfaatkan skema tersebut.
Kami memastikan penyerapan hasil panen petani tetap dilakukan secara masif,” sebutnya. (FA)