ELSINDO, PALU – Dalam kegiatan Konferensi Kerja Provinsi II PGRI Sulawesi Tengah, yang berlangsung di Kota Palu. Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tengah resmi meluncurkan program PGRI Power yang menargetkan pelatihan satu juta guru di seluruh Indonesia.
Kegiatan Konferensi Kerja Provinsi II PGRI Sulawesi Tengah dihadiri langsung Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi dan Sekretaris Jenderal PB PGRI Baskara Aji. Selain itu, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulteng, Reny Lamadjido, Jumat (25/9/2026) malam.
Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi mengatakan PGRI Power merupakan bagian dari gerakan nasional Pengurus Besar PGRI yang menargetkan pelatihan bagi 1 juta guru di seluruh Indonesia. Sementara program tersebut diarahkan untuk mempercepat peningkatan mutu dan kompetensi tenaga pendidik.
“Melalui program PGRI Power guru didorong untuk semakin menguasai teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan dasar-dasar pemrograman atau coding. Kemampuan tersebut dinilai penting agar guru mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran,” kata Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi.
Sementara Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini menjelaskan terkait pelaksanaan PGRI Power yang akan melibatkan sejumlah perangkat organisasi. Di antaranya YPLP (Yayasan Lembaga Pendidikan) yang mengelola lembaga pendidikan PGRI dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi, APKS (Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis) sebagai wadah pengembangan profesionalisme pengajar, serta Smart Learning and Character Center (SLCC) sebagai pusat pelatihan berbasis teknologi dan karakter.
“Pelatihan PGRI Power akan dilaksanakan secara bertahap dengan berbagai metode, mulai dari daring, luring hingga hybrid. Dengan pola tersebut, akses pelatihan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak guru di Sulawesi Tengah. Program ini diharapkan mampu mencetak tenaga pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi modern,” jelas Ketua PGRI Sulteng.
“PGRI Sulteng akan terus mengambil peran sebagai katalisator sekaligus mitra pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi dan profesionalisme guru,” ujarnya menambahkan. (FA)














