ELSINDO, PALU– Sebanyak 324 mahasiswa baru Universitas Abdul Azis Lamadjido (Unazlam) Palu mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.
Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Mahasiswa Unggul, Berorientasi Adaptif dan Berdaya Saing untuk Sulteng yang Maju” tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan perguruan tinggi.
Rektor Unazlam Palu, Dr. Muhammad Darma Halwi, S.E., M.M., CRP, dalam sambutannya menegaskan bahwa PKKMB bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi pintu awal mahasiswa memahami sistem perkuliahan, lingkungan kampus, hingga pembentukan karakter.
Menurutnya, mahasiswa baru perlu memahami sejak awal bagaimana sistem kredit semester (SKS), mata kuliah prasyarat, fasilitas kampus, serta berbagai aturan akademik yang berlaku.
“Di perkuliahan ini berbeda dengan sekolah. Ada kredit yang harus dikumpulkan sampai cukup untuk menyelesaikan studi. Karena itu, mahasiswa harus memahami sistem perkuliahan sejak awal,” jelasnya.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menganggap remeh mata kuliah dasar maupun mata kuliah prasyarat. Ketidaklulusan pada mata kuliah tertentu, kata dia, dapat berdampak pada pengambilan mata kuliah berikutnya dan berpotensi memperpanjang masa studi.
Selain aspek akademik, Rektor juga menekankan pentingnya pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, etika dalam berorganisasi, serta kesadaran berbangsa.
“Mahasiswa harus membangun relasi dan solidaritas. PKKMB ini menjadi ruang untuk saling mengenal dengan mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk mengenal dosen dan senior,” katanya.
Darma Halwi juga menyampaikan bahwa mahasiswa akan mendapatkan berbagai materi selama pelaksanaan PKKMB sebelum kemudian diarahkan ke masing-masing fakultas untuk mengikuti kegiatan pengenalan lebih lanjut.
Sementara itu, Ketua Yayasan Unazlam Palu, Ir. H. Rendy A. Lamadjido, M.BA, menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan kesempatan belajar di Unazlam untuk membangun kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Ia mengatakan, Unazlam memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah. Cikal bakal perguruan tinggi tersebut telah hadir jauh sebelum sejumlah perguruan tinggi lain berkembang di daerah ini.
Menurut Rendy, dalam waktu sekitar tiga tahun sejak berkembang menjadi universitas, Unazlam telah memiliki tujuh fakultas dan menargetkan pengembangan hingga 12 fakultas pada 2030.
“Kita kembangkan menjadi universitas. Alhamdulillah dalam tiga tahun kita sudah mempunyai tujuh fakultas. Dalam prioritas tahun 2030 nanti kita akan mempunyai 12 fakultas,” ungkapnya.
Tak hanya pengembangan kelembagaan, Yayasan Unazlam juga mendorong mahasiswa memiliki kompetensi tambahan. Salah satunya penguasaan teknologi informasi dan bahasa asing.
Khusus mahasiswa yang masuk melalui program Berani Cerdas, Rendy meminta kesempatan tersebut tidak disia-siakan. Mahasiswa didorong untuk memiliki kompetensi komputer/IT sekaligus menguasai salah satu bahasa internasional.
Ia menyebut mahasiswa dapat memilih salah satu dari tiga bahasa yang ditawarkan, yakni Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris, atau Bahasa Arab.
“Tidak ada gunanya anak-anak tamat dari sini kalau tidak menguasai satu bahasa ini. Pilih Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris atau Bahasa Arab,” tegasnya.
Menurut Rendy, penguasaan bahasa asing akan menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi persaingan yang semakin terbuka.
Ia juga mengungkapkan bahwa Unazlam mulai membuka ruang kerja sama internasional, termasuk dengan mahasiswa dari Yordania. Pada tahun akademik 2026/2027, terdapat calon mahasiswa internasional asal Yordania yang akan bergabung di Unazlam, khususnya pada Program Studi Akuntansi dan Manajemen.
Ketua Panitia PKKMB Unazlam 2026, Ferry Novrianto, S.E., M.Pd, mengatakan sebanyak 324 mahasiswa tercatat sebagai peserta PKKMB tahun akademik 2026/2027.
Jumlah tersebut merupakan mahasiswa yang terdaftar sekaligus hadir dalam kegiatan pembukaan.
“Jumlah peserta yang mendaftar di sekretariat berjumlah 324 untuk semua fakultas. Yang hadir pada hari ini juga 324. Ini menandakan antusiasme seluruh mahasiswa peserta PKKMB sangat luar biasa,” ujarnya.
Ferry menjelaskan, PKKMB dilaksanakan selama kurang lebih tiga hari. Pada hari pertama, mahasiswa akan mendapatkan berbagai materi mengenai kehidupan kampus dan sejumlah hal yang berkaitan dengan kehidupan akademik.
Setelah itu, mahasiswa akan diarahkan ke masing-masing fakultas untuk mengikuti kegiatan pengenalan selama dua hari.
Ada hal berbeda dalam PKKMB tahun ini. Panitia juga menyiapkan pakta integritas kampus aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk tindak kekerasan.
Pakta tersebut akan ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta mahasiswa baru.
“Ini sedikit berbeda dari PKKMB sebelumnya. Kita akan membacakan pakta integritas terkait kampus yang aman, nyaman, bebas dari segala tindak kekerasan,” kata Ferry.
Ia berharap seluruh mahasiswa baru dapat mengikuti seluruh rangkaian PKKMB dengan baik dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai langkah awal untuk membangun karakter, prestasi, serta kesiapan menghadapi dunia akademik.
Dengan semangat transformasi mahasiswa unggul, Unazlam menargetkan mahasiswa tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi, serta daya saing yang kuat untuk berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Sulawesi Tengah. (del)













