ELSINDO, PALU– SMK Negeri 3 Palu mencatat sejarah baru di Sulawesi Tengah dengan menggelar Pelatihan dan Praktik Edukasi Ekosistem Green Energy bertema Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL/CSR). Kegiatan yang berlangsung pada 2–9 September 2025 ini menghadirkan pengalaman unik: konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.
Kepala SMKN 3 Palu, Hamka, mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli.
“Selama lima hari pelatihan, peserta dilatih mengkonversi motor BBM menjadi motor listrik. Ini pertama kalinya dilakukan di Provinsi Sulteng, dan SMKN 3 Palu dipercaya untuk merakit motor listrik ini. Harapannya, pemerintah daerah, khususnya Dinas ESDM Sulteng, dapat mendukung penuh agar lebih banyak motor yang bisa dikonversi,” jelas Hamka.
Dalam tahap awal, sebanyak lima unit motor dari berbagai jenis Vespa, Honda C70, Yamaha Mio, Supra, hingga Yamaha bebek dikonversi menjadi motor listrik. Kegiatan ini melibatkan 47 peserta yang terdiri dari guru dan siswa SMKN 3 Palu, SMKN 6 Palu, serta SMK Bina Potensi.
“Kalau di Jawa pelatihan seperti ini sudah sering, tapi untuk Sulteng baru pertama kali. Kami siap berbagi ilmu dengan sekolah lain, asalkan ada dukungan dari pemerintah daerah,” tambah Hamka.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Sulteng, Zulfikar Is Paudi, turut mengapresiasi langkah inovatif ini. Menurutnya, konversi motor listrik bukan sekadar praktik teknis, tetapi juga langkah nyata menuju energi ramah lingkungan.
“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada PLN dan PT Percik Daya Nusantara Densapara yang menjadi mentor kegiatan ini. Program ini sangat positif, karena menghadirkan solusi nyata dalam mengurangi polusi dengan menghadirkan motor ramah lingkungan. Harapannya, praktik ini bisa terus berkelanjutan dan guru-guru dapat menularkannya ke sekolah lain,” ujar Zulfikar.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh PLH Manager UP3 PT PLN Persero Palu, Alfais. Dengan biaya konversi sekitar Rp12 juta per unit, kehadiran motor listrik karya siswa SMK di Palu menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi bisa berperan langsung dalam mendukung transisi energi hijau di Indonesia. (del)
















