ELSINDO, PALU – Guna memperluas jangkauan pasar dan sebagai ajang promosi produk lokal Palu, pusat distributor kelor PT Kelo I Mangge yang beralamat di Bulu Masomba, Kelurahan Kawatuna, Kota Palu, kini telah resmi beroperasi, Senin (16/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Walikota Palu, Imelda Liliana Muhidin. Selain itu, hadir pula Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palu, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu.
Komisaris Utama PT Kelo I Mangge, Basir Tanase mengatakan bahwa produk lokal yang dipasarkan ini adalah jenis kelor merah. Ia mengaku, kelor merah hanya satu di Indonesia dan terdapat di Kota Palu, khususnya di Kelurahan Kawatuna.
“Jadi mungkin ini karena tekstur tanah, jadi jenis kelor-nya berwarna merah. Akhirnya, kami mempunyai ide untuk membangun usaha yang bergerak di bidang industri rumahan produk lokal, yakni berbahan dasar kelor,” ujar Basir Tanase.
Bahkan, ia menjelaskan bahwa izin edar dan produksi kelor merah sudah dikeluarkan oleh BPOM Palu. Ditambahkan, untuk produk obat herbal tersebut dari PT Kelo I Mangge juga telah memiliki barcode.
“Ada tujuh produk herbal yang kami hasilkan berbentuk kapsul. Banyak yang beredar di pasaran berbentuk serbuk, tapi ini satu-satunya kapsul yang kami produksi. Kebetulan label halal sudah tercantum,” katanya.
Kepala BPOM Palu, Mardianto mengungkapkan proses dari produk lokal terus dikawal agar memenuhi standar keamanan mutu khasiat dan manfaat sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia.
“Kita juga harus berbangga karena hanya di Kota Palu tumbuhan jenis kelor merah terdapat. Dan paling spesifik ada di Kelurahan Kawatuna. Kita tahu bahwa daun kelor banyak memiliki manfaat bagi kesehatan,” ungkap Mardianto.
Pihaknya mengapresiasi peran pemerintah daerah dan masyarakat Kota Palu dalam membangun perekonomian. Selain itu, BPOM Palu siap mendukung penuh potensi lokal yang ada di kota ini.
“Baru pertama kali di Sulawesi Tengah ada obat tradisional atau berbahan dasar dari alam PT Kelo I Mangge yang mendapat tanda legalitas dari BPOM,” ucap Mardianto.
Sementara Wakil Walikota Palu, Imelda Liliana Muhidin menyampaikan Rumah Produksi Kelor ini bukan hanya sekedar acara seremonial semata. Namun merupakan tonggak sejarah penting bagi kemajuan sektor pertanian dan ekonomi di Kota Palu.
“Kelor sebagai salah satu sumber daya alam yang melimpah di wilayah Kota Palu, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku yang bernilai ekonomi tinggi,” ujar Wakil Walikota Palu.
PT. Kelo’ Imangge Palu dengan tekad dan komitmen yang tinggi, lanjut Wakil Walikota Palu, telah berperan aktif dalam mengelola sumber daya alam ini dengan berkelanjutan.
Pemkot Palu mengajak seluruh pihak terkait, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk bersinergi dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di Kota Palu.
“Rumah Produksi Kelor yang kita resmikan hari ini tidak hanya menjadi tempat pengolahan, tetapi juga menjadi wadah inovasi dan penelitian untuk memaksimalkan manfaat dari tanaman kelor ini,” katanya.
Dengan bersatu tangan, kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan inovasi dan teknologi di bidang pertanian, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara keseluruhan.
Diharapkan Rumah Produksi Kelor ini dapat menjadi pusat produksi yang berkualitas, memberikan dampak positif bagi perekonomian, serta memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Kota Palu.
“Mari kita jaga dan rawat bersama potensi alam yang kita miliki, demi terwujudnya Kota Palu yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” pungkasnya. (FA)















