Ramadan – Idul Fitri, BI Sulteng Siapkan Uang Tunai Rp2,86 Triliun

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan penukaran uang tunai kurang lebih sebesar Rp2,86 triliun. FOTO : Fikri Alihana.

ELSINDO, PALU – Selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/ 2026 mendatang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan penukaran uang tunai kurang lebih sebesar Rp2,86 triliun.

Demikian hal tersebut disampaikan langsung Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna pada kegiatan peluncuran Semarak Rupiah Ramadan & Berkah Idulfitri (SERAMBI 2026) dan Gebyar Ramadan Sulawesi Tengah, Rabu (18/2/2026).

Irfan mengaku bahwa pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini kebutuhan uang tunai meningkat 39% dibandingkan kesiapan tahun 2026. Secara nasional, kebutuhan uang pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 diproyeksikan mencapai Rp186 triliun atau tumbuh 15,1% dibandingkan periode sebelumnya.

“Peningkatan ini didorong oleh pembayaran THR bagi ASN, TNI/Polri, dan sektor swasta, tradisi berbagi masyarakat Sulawesi Tengah (Hagala) termasuk pencairan bantuan sosial, serta meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri seiring potensi penambahan masa libur oleh pemerintah,” kata Irfan.

Sementara untuk meningkatkan kualitas layanan pemenuhan kebutuhan uang Rupiah kepada masyarakat, Bank Indonesia Sulawesi Tengah menempuh sejumlah langkah strategis, antara lain:

1. Peningkatan layanan kas keliling sebanyak 11 kali di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, serta layanan peduli mudik di Pelabuhan Donggala.

2. Penguatan sinergi dengan perbankan melalui pembukaan layanan penukaran uang di 26 titik yang tersebar di Palu, Tolitoli, Poso, Bungku, Luwuk, hingga Pasangkayu, melibatkan 22 bank dengan total 52 frekuensi layanan, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

3. Optimalisasi penggunaan aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id) untuk memastikan penukaran uang Rupiah berjalan tertib, merata, dan transparan.

Seluruh layanan penukaran uang dalam rangka SERAMBI 2026 akan berlangsung pada 18 Februari hingga 13 Maret 2026, dengan target menjangkau lebih dari 16 ribu penukar, meningkat dua kali lipat dibandingkan Ramadan 2025.

Selain SERAMBI, KPWBI Provinsi Sulawesi Tengah juga menyelenggarakan Gebyar Ramadan 1447 H yang akan berlangsung pada 28 Februari hingga 8 Maret 2026, dengan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 13 Februari 2026. Kegiatan ini mengintegrasikan tiga pilar utama pengembangan ekonomi syariah, yaitu:

Pemberdayaan ekonomi syariah (Halal Value Chain) melalui penyediaan akses pasar bagi UMKM binaan dari Palu, Sigi, dan Donggala.

Penguatan keuangan syariah, termasuk perluasan pembiayaan syariah bagi UMKM serta akselerasi digitalisasi ZISWAF.

Penguatan literasi, inklusi ekonomi syariah, dan halal lifestyle, melalui berbagai kompetisi kreatif, dakwah, konten, adzan, serta Sharia Youth Competition (SYC).

Rangkaian Gebyar Ramadan juga mencakup Tabligh Akbar, Seminar Perluasan ZISWAF, dan Sosialisasi Ekonomi Syariah, yang menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bank Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing.

Melalui pelaksanaan SERAMBI dan Gebyar Ramadan 2026, Bank Indonesia berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan penuh berkah. (**/FA)