Retret Kepala Sekolah, Anwar Hafid Tegaskan Pendidikan Tanpa Kekerasan

ELSINDO, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa praktik kekerasan tidak memiliki tempat dalam dunia pendidikan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka retret kepala sekolah di Masjid Raya Baitul Khairaat.

Dalam arahannya, ia menekankan bahwa pendidikan harus dibangun di atas fondasi akhlak, keteladanan, dan doa. Menurutnya, pendekatan keras justru tidak efektif dalam membentuk karakter siswa.

“Tidak ada metode pendidikan dengan kekerasan. Yang ada adalah pendidikan dengan akhlak dan doa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai tantangan dalam dunia pendidikan tidak bisa diselesaikan hanya dengan logika semata. Peran spiritualitas dan ketergantungan kepada Tuhan menjadi kunci dalam membimbing perilaku dan perkembangan peserta didik.

Lebih lanjut, Anwar mendorong para kepala sekolah untuk berinovasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang religius dan humanis. Ia berharap sekolah mampu menjadi tempat yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter siswa secara menyeluruh.

Retret kepala sekolah ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai moral dan spiritual. (**)