Berita  

Reuni IKAAL Timteng di Palu, Habib Salim Seggaf Tekankan Spirit Mukhlasin dan Kekuatan Sinergi

ELSINDO, PALU – Suasana hangat penuh ukhuwah mewarnai pertemuan Ikatan Alumni–Abnaul Khairaat Alumni Timur Tengah (IKAAL Timteng) yang digelar di Aula Fakultas Agama Islam Universitas Alkhairaat (UNISA), Palu. Kegiatan bertajuk “Meneguhkan Ikatan Ilmu dan Ukhuwah, Menghidupkan Warisan Perjuangan Habib Idrus bin Salim Al Jufri” ini menjadi momentum penting mempererat jejaring alumni lintas negara.

Sekitar 70 alumni dari berbagai negara Timur Tengah seperti Madinah, Mesir, Maroko, Libya, hingga Yaman turut hadir dalam reuni dan silaturahim tersebut. Mereka datang dengan semangat yang sama: menjaga warisan perjuangan dakwah dan pendidikan yang telah dirintis oleh Habib Idrus bin Salim Al Jufri.

Tokoh utama dalam kegiatan ini, Salim Seggaf Al Jufri, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya karakter mukhlasin—yakni keikhlasan total dalam berjuang di jalan dakwah. Menurutnya, nilai tersebut menjadi fondasi utama agar perjuangan tidak mudah goyah oleh berbagai tantangan.

“Segala sesuatu yang dilakukan secara jama’i atau bersama-sama, insyaallah akan membawa keberkahan,” ujarnya di hadapan para alumni.

Tak hanya itu, ia juga menguraikan tiga kunci keberhasilan dalam membangun organisasi, yakni Al-Iradah (tujuan yang jelas), Al-Idarah (manajemen yang baik), serta Husnut Takhthith (perencanaan yang matang). Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan, mengutip hikmah dari Imam Syafi’i tentang pentingnya menjaga hati dibanding sekadar memenangkan perbedaan.

Sementara itu, Ketua IKAAL Pusat, Abdul Gafar Mallo, mengungkapkan kabar strategis bahwa IKAAL kini telah resmi terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan di Kementerian Dalam Negeri RI. Status tersebut dinilai akan memperkuat peran IKAAL sebagai wadah nasional alumni Alkhairaat.

Ketua IKAAL Timteng, Umarulfaruq Abubakar, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang akan dijadikan agenda tahunan, khususnya setelah pelaksanaan Haul Guru Tua.

“Kami ingin pertemuan ini menjadi ruang menyambungkan hati sekaligus memperkuat kontribusi alumni di berbagai bidang,” ujarnya.

Sejumlah tokoh dan akademisi turut hadir, di antaranya Khairan M Arif, Zainuddin Tambuala, dan Qasim Shaleh Lahido.

Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dan jejaring alumni, guna memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan, ekonomi, hingga politik. Semangat kolektif yang dibangun diharapkan mampu menjadi energi baru dalam melanjutkan misi besar Alkhairaat di masa depan. (**)