ELSINDO, PALU– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SD Al Azhar Mandiri Palu. Pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026, sekolah tersebut berhasil menempati posisi tiga besar dari 173 sekolah dasar di Kota Palu berdasarkan rata-rata nilai Matematika dan Bahasa Indonesia.
Capaian ini menjadi semakin istimewa karena TKA 2026 merupakan pengalaman pertama bagi para siswa mengikuti model asesmen tersebut.
Kepala SD Al Azhar Mandiri Palu, Intan Rukmana, M.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih oleh 84 siswa kelas VI yang mengikuti TKA.
“Alhamdulillah, pada pengalaman pertama pelaksanaan TKA ini, seluruh 84 siswa kelas VI telah menyelesaikan tes dengan baik. Bahkan ada satu siswa yang sempat sakit dan mengikuti ujian susulan. Kami sangat bersyukur karena berdasarkan rekapitulasi nilai rata-rata Matematika dan Bahasa Indonesia dari 173 SD se-Kota Palu, Alhamdulillah kami masuk tiga besar,” ujarnya.
Menurut Intan, pencapaian tersebut semakin membanggakan jika melihat jumlah peserta yang dimiliki sekolah. Dua sekolah yang berada di peringkat pertama dan kedua masing-masing hanya memiliki 16 dan 11 peserta.
“Dengan jumlah siswa yang mencapai 84 orang, tentu persiapan dan pengelolaannya jauh lebih kompleks. Karena itu kami sangat bersyukur bisa meraih rata-rata nilai tertinggi ketiga di Kota Palu,” katanya.
Ia menjelaskan, TKA menghadirkan tantangan baru bagi siswa maupun guru karena bentuk soal yang berbeda dibanding ujian sebelumnya. Selain pilihan ganda, terdapat pula model soal pilihan ganda kompleks yang menuntut kemampuan berpikir lebih mendalam.
Meski demikian, pihak sekolah berupaya menciptakan suasana belajar dan ujian yang nyaman agar siswa tidak merasa terbebani.
“Kami selalu mengingatkan anak-anak untuk menghadapi ujian tanpa tekanan. Yang terpenting mereka berusaha maksimal dan tetap menikmati prosesnya. Alhamdulillah hasil yang diperoleh sangat membanggakan,” tuturnya.
Tak hanya sukses masuk tiga besar, SD Al Azhar Mandiri Palu juga mencatat capaian luar biasa dari sisi kualitas hasil belajar siswa. Dari total 84 peserta, hanya dua siswa yang memperoleh predikat kurang.
Artinya, lebih dari 98 persen siswa berhasil meraih predikat memadai, baik, hingga istimewa.
“Kalau dihitung persentasenya, siswa yang memperoleh predikat kurang hanya sekitar dua orang. Selebihnya, lebih dari 98 persen mencapai predikat memadai sampai istimewa. Ini tentu menjadi pencapaian yang sangat membanggakan,” ungkap Intan.
Meski berhasil mencatat prestasi gemilang, pihak sekolah tidak ingin cepat berpuas diri. Hasil TKA akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada tahun-tahun mendatang.
Menurut Intan, perhatian utama sekolah justru akan difokuskan kepada siswa yang masih memperoleh hasil rendah agar tidak ada lagi peserta didik yang tertinggal.
“Kami tidak hanya melihat siapa yang nilainya paling tinggi, tetapi juga harus belajar dari siswa yang nilainya masih rendah. Target kami ke depan adalah tidak ada lagi siswa yang mendapat predikat kurang. Tahun ini masih ada dua orang, mudah-mudahan tahun depan bisa 100 persen mencapai predikat memadai, baik, bahkan istimewa,” tegasnya.
Ia berharap TKA dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, sekaligus menjadi instrumen penting bagi sekolah dalam memperbaiki mutu pembelajaran.
“Harapan kami, hasil asesmen ini tidak berhenti pada angka-angka saja. Tetapi benar-benar menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan seluruh siswa berkembang secara optimal,” pungkasnya. (**)














