Setahun Pertama BSN Realisasikan Penyaluran KPR Subsidi 33.222 Unit Rumah

Layanan Kantor Bank Syariah Nasional (BSN) Kantor Cabang Palu. FOTO : Fikri Alihana.

ELSINDO, PALU – Sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026, PT Bank Syariah Nasional (BSN) secara nasional telah merealisasikan penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Subsidi berbasis syariah kurang lebih sebanyak 33.222 unit rumah.

“Sebagai bank syariah yang berakar kuat pada ekosistem perumahan, Bank BSN terus menegaskan dominasinya di sektor Pembiayaan Kepemilikan Rumah,” ujar Branch Manager Bank Syariah Nasional (BSN) Kantor Cabang Palu, Wahyu Ardimas, Minggu (24/8/2026).

Hingga akhir tahun 2026, ia mengaku bahwa Bank BSN memasang target optimistis secara nasional dengan membidik penyaluran KPR Subsidi sebanyak 69.636 unit rumah atau melampaui lebih dari capaian tahun 2025 yang tercatat sebanyak 59.463 unit.

“Adapun segmen KPR Non-Subsidi, realisasi pembiayaan hingga Juli 2026 mencapai Rp2,68 triliun, tumbuh 21,42% YoY,” katanya.

Secara akumulatif, posisi outstanding KPR Subsidi Bank BSN tercatat sebesar Rp37,95 triliun (tumbuh 24,18% YoY) dan KPR Non-Subsidi menembus Rp18,64 triliun (tumbuh 18,56% YoY). Tidak hanya mengandalkan jalur konvensional dan kemitraan dengan para pengembang, Bank BSN juga terbukti lincah memacu kanal digitalnya.

“Lewat platform Bale Syariah by BSN, perseroan telah menghimpun lebih dari 225 ribu pengguna aktif dengan akumulasi transaksi melampaui 2 juta kali dan volume mencapai Rp4,88 triliun per Juli 2026,” katanya.

Memasuki usia satu tahun pasca-transformasi kelembagaan, PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) berhasil membukukan lompatan kinerja keuangan yang solid. Hingga akhir Juli 2026, entitas hasil pemisahan (spin-off) UUS BTN dan integrasi Bank Victoria Syariah ini mencetak laba kotor sebesar Rp 643,6 miliar, melesat 40% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Akselerasi laba perseroan ditopang oleh ekspansi aset yang tumbuh 22,2% YoY menjadi Rp81,1 triliun per 31 Juli 2026. Laju pertumbuhan ini selaras dengan penyaluran pembiayaan Bank BSN yang tumbuh 25,7% YoY mencapai Rp62 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 14,8% YoY menjadi Rp64,1 triliun.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengungkapkan, capaian positif pada tahun pertama operasional ini menjadi bukti bahwa proses transformasi kelembagaan yang bergulir sejak akuisisi Bank Victoria Syariah hingga spin-off pada Desember 2025 lalu berjalan secara efektif dan membuahkan hasil.

“Transformasi BSN bukan sekadar perubahan papan nama atau kelembagaan semata. Yang jauh lebih krusial adalah bagaimana perubahan ini memberi nilai tambah nyata, memperkuat kinerja, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Alex. (FA)