Siswa MAN 2 Palu Wakili Indonesia di Diplomasi Model United Nations 2026 di Malaysia

Kepala MAN 2 Kota Palu, Dr. H. Taufik, M.Ag. (FOTO: FADEL)

ELSINDO, PALU– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu di awal tahun 2026. Salah satu siswanya, Adinda Zahabatun, kelas XI D, sukses mewakili Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus Indonesia dalam ajang Global Youth Diplomacy Model United Nations 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kepala MAN 2 Kota Palu, Dr. H. Taufik, mengatakan keikutsertaan Adinda dalam forum internasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Sejuta Cita tersebut merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan besar bagi madrasah.

“Alhamdulillah, ini adalah kebanggaan luar biasa bagi kami. Di awal tahun 2026, satu siswa MAN 2 Palu mampu menembus ajang internasional dan membawa nama Sulawesi Tengah, bahkan Indonesia,” ujar Taufik.

Menurutnya, Adinda terpilih bukan tanpa alasan. Ia dikenal sebagai siswa yang disiplin, aktif, selalu datang tepat waktu, serta memiliki semangat belajar dan daya juang yang tinggi.

“Adinda ini anaknya sangat disiplin, serius, aktif, dan punya semangat belajar yang luar biasa. Atas usaha dan kegigihannya, ia dipercaya mewakili daerah kita ke tingkat internasional,” jelasnya.

Kegiatan Diplomasi Model United Nations tersebut berlangsung hingga 31 Januari 2026, dan Adinda telah kembali ke Tanah Air pada awal Februari. Pihak madrasah berharap prestasi ini menjadi pembuka prestasi-prestasi gemilang lainnya di tahun 2026.

Lebih lanjut, Taufik menegaskan bahwa MAN 2 Kota Palu secara konsisten memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Di bidang akademik, MAN 2 Palu telah menyiapkan kelas karantina mandiri sebagai persiapan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2026. Program ini diawali dengan pelaksanaan psikotes terhadap 42 siswa, bekerja sama dengan lembaga psikologi dari perguruan tinggi, untuk memetakan minat, bakat, karakter, hingga daya juang siswa.

“Dari hasil psikotes itu, kami bentuk kelas karantina mandiri. Ini kelas khusus, fokus persiapan OMI dan OSN, dengan jadwal dan kurikulum yang sudah diatur rapi dan disosialisasikan ke semua guru,” terang Taufik.

MAN 2 Palu bahkan membagi peserta pembinaan ke dalam beberapa lapisan, dengan pasukan elit yang sepenuhnya difokuskan hanya untuk OMI dan OSN, tanpa mengikuti kegiatan lomba lainnya.

Sementara di bidang non-akademik, MAN 2 Palu memiliki 11 kegiatan ekstrakurikuler yang aktif dan diminati siswa. Madrasah ini juga menjadi pusat latihan gabungan Paskibra se-Kota Palu karena letaknya yang strategis dan fasilitas yang memadai.

Selain pembinaan prestasi, kedisiplinan menjadi fondasi utama yang terus diperkuat. Penerapan aturan ketat jam masuk sekolah menjadi bagian dari pembiasaan karakter siswa.

“Jam 07.15 sudah terlambat, 07.16 jelas terlambat. Kedisiplinan ini kunci utama. Tidak mungkin prestasi lahir kalau budaya disiplin tidak dijaga,” tegasnya.

Dengan jumlah siswa mencapai sekitar 1.500 orang, MAN 2 Kota Palu terus berbenah untuk menjaga kualitas proses belajar mengajar (PBM). Taufik menekankan bahwa keberhasilan OSN dan OMI harus dimulai dari PBM yang tertib dan tuntas.

“Target kami jelas, OMI dan OSN 2026 harus terbaik di Kota Palu, dan madrasah harus menjadi wakilnya. Ini komitmen kami,” pungkasnya.

Prestasi Adinda Zahabatun di kancah internasional menjadi bukti bahwa madrasah mampu bersaing dan berprestasi, sekaligus mempertegas MAN 2 Kota Palu sebagai salah satu pusat unggulan pendidikan di Sulawesi Tengah. (**)