• dinas pangan

SMPN 1 Palu Terapkan Literasi Dalam Pola Peminatan

ELSINDO, PALU- SMP Negeri 1 Palu, tahun ini memiliki konsep literasi yang berbeda, dibanding tahun sebelumnya. Konsep itu dilaksanakan pada setiap hari Rabu.

Demikian dikatakan, Kepala SMPN 1 Palu, Yusri, di ruang kerjanya, belum lama ini.

“Jadi siswa yang duduk di kelas VII, VIII dan IX, telah ditunjuk untuk bercerita tentang buku yang mereka baca pada waktu apel pagi. Konsep ini sebenarnya, hampir sama dengan model berkisah atau memaparkan sebuah ide. Jadi perwakilan siswa yg sudah ditunjuk oleh guru wajib membaca buku dirumah sebelum mereka menceritakan ulang isi buku yg mereka baca di depan seluruh siswa. Siswa yang mendengarkan kisah maupun pemaparan wajib mendengarkan sekaligus mencatat atau merangkum segala yang mereka dengar melalui buku laporan yang sudah dipersiapkan sebelumnya,” jelasnya.

Menurut Yusri, cara yang dilakukan memberikan ruang kepada siswa bukan hanya menjadi pembaca, pendengar, tapi juga pencerita yang tentunya melatih mental dan keberanian siswa dalam bercerita didepan seluruh teman-temannya.

“Kami tetap mendorong dan memotivasi seluruh siswa untuk rajin mengunjungi perpustakaan dan membaca buku sebagai realisasi dari program literasi itu sendiri,. Hanya saja kami juga membuat pola lain agar program literasi bisa betul betul maksimal dan menjadi budaya di SMPN 1 Palu,” ujar Yusri.

“Hal ini menjawab sebuah tantangan bagaimana meningkatkan minat dan bakat di literasi. Yang jelas manfaat yang didapatkan para siswa selama menjalankan program tersebut. Pertama, anak-anak tampil lebih percaya diri, kemudian kedua dapat mengembangkan kemampuan siswa berinteraksi dan beretorika, sebab siswa bukan hanya membaca tetapi juga berbicara,” jelasnya.

Selain itu, kata Yusri, bagi siswa lain dituntut untuk menulis lewat buku kontrol terkait segala hal yang disampaikan oleh teman nya sehingga peran membaca, menulis, bercerita, dan mencermati dari kegiatan tersebut berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kata Yusri, berliterasi itu bukan hanya membaca saja, tetapi menulis juga berliterasi, begitupun berbicara dalam menyampaikan sebuah cerita.

“Kedepanya tulisan-tulisan siswa itu akan dijadikan buku. Jadi ada tim kita yang akan mendampingi, bayangkan 1.000 siswa kita satukan tulisanya menjadi sebuah buku pastilah akan luar biasa hasilnya. Semoga usaha ini dapat berjalan lancar, sehingga dapat meningkatkat literasi siswa, ” ungkapnya. (*/AH)