ELSINDO, SIGI — Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Sigi mulai memasuki tahap persiapan serius. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Sigi memperkuat koordinasi untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut dapat segera direalisasikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si., melakukan kunjungan kerja sekaligus audiensi dengan Bupati Sigi, Muhammad Rizal Intjenae, di Ruang Rapat Bupati Sigi, beberapa waktu lalu.
Pertemuan itu secara khusus membahas percepatan berbagai persiapan pembangunan SNT di wilayah Kabupaten Sigi, termasuk aspek legalitas lahan yang menjadi salah satu fondasi penting sebelum pembangunan fisik dimulai.
Firmanza menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pendidikan siap mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai kebijakan pemerintah pusat.
“Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program strategis Presiden yang harus kita kawal bersama. Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan akan memastikan setiap tahap persiapan di Sigi berjalan sesuai dengan rencana dan kebijakan pemerintah pusat,” ujar Firmanza.
Menurutnya, kehadiran SNT di Sigi bukan sekadar pembangunan gedung sekolah, tetapi diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses sekaligus meningkatkan pemerataan mutu pendidikan di Sulawesi Tengah.
Koordinasi tersebut turut melibatkan Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Sigi. Keterlibatan BPN menjadi penting untuk memastikan lahan yang disiapkan bagi pembangunan SNT memiliki kepastian hukum.
Dalam pertemuan itu, BPN Sigi menyatakan kesiapan untuk menerbitkan Sertifikat Hak Pakai atas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sekolah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian status dan legalitas lahan, sekaligus mendukung kelancaran tahapan pembangunan SNT di Kabupaten Sigi.
Bupati Sigi Muhammad Rizal Intjenae menyambut baik kunjungan dan koordinasi yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.
Rizal menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada solidnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga instansi vertikal.
“Pembangunan sektor pendidikan membutuhkan dukungan semua pihak. Sinergi lintas instansi sangat penting agar program ini dapat berjalan sesuai rencana,” kata Rizal.
Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan konsep satuan pendidikan yang mengintegrasikan sejumlah jenjang pendidikan dalam satu kawasan terpadu.
Program tersebut menjadi salah satu agenda pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong peningkatan akses dan kualitas pendidikan secara lebih merata di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi Kabupaten Sigi, pembangunan SNT diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan baru, tetapi juga membuka peluang pemerataan kualitas pendidikan bagi masyarakat di daerah.
Dengan dukungan Pemprov Sulteng, Pemkab Sigi dan BPN, proses persiapan pembangunan kini diarahkan agar berjalan lebih cepat, terkoordinasi, serta memiliki kepastian hukum.
Jika seluruh tahapan persiapan dapat dituntaskan sesuai rencana, SNT di Sigi diharapkan menjadi salah satu wajah baru pembangunan pendidikan sekaligus investasi jangka panjang bagi generasi muda Sulawesi Tengah. (**)














