ELSINDO, PALU – Hingga akhir Maret 2026, tercatat stok beras yang dikuasai Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tengah kurang lebih hampir mencapai sekitar 25 ribu ton.
“Stok beras yang tersimpan di gudang sebanyak 21 ribu ton, kebetulan ada penambahan beras 3 ribu ton dari Sulawesi Selatan, dan total ada 25 ribu ton,” kata Pemimpin Bulog Kanwil Sulteng, Jusri, Senin (9/3/2026).
Jusri mengaku bahwa pihaknya saat ini juga telah melakukan penyerapan gabah setara beras di daerah Kabupaten Morowali dan sebagian Parigi Moutong. Bahkan, program Bantuan Pangan periode Februari-Maret segera disalurkan.
“Kami akan menyalurkan program Bantuan Pangan periode Februari-Maret. Hanya tinggal menunggu produsen komoditi minyak goreng. Kebetulan ada kenaikan 50 persen lebih penyaluran di program ini,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Bulog Sulteng bersama Pemerintah daerah tetap berupaya agar menjaga stabilitas. Lanjut Jusri, salah satunya dengan menggelontorkan beras SPHP melalui mitra pedagang maupun RPK.
“Jadi terserah masyarakat mau pilih beras dari Bulog atau tidak, itu hak mereka. Tinggal koordinasi dengan pemerintah jika ada kenaikan harga. Tapi untuk saat ini harga beras masih aman di tingkat pedagang,” katanya.
Sementara harga berbagai komoditas sembako relatif stabil dan terkendali di pasaran. Olehnya, masyarakat diimbau untuk tidak panik tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar,” imbuhnya. (FA)














