Elsindo, Palu – Saat ini stok beras yang ada di gudang Perusahaan Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tengah mencapai kurang lebih sekira 21.000 ton.
“Kebetulan kami mendapat tambahan pasokan beras sebanyak 6.000 ton dari Sulawesi Selatan yang masih dalam perjalanan,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Sulteng, Jusri belum lama ini.
Menurutnya, dengan jumlah tersebut Bulog memastikan ketahanan stok beras di wilayah Sulawesi Tengah masih tetap aman menjelang hari Natal dan tahun baru hingga Februari 2026.
“Untuk stok, kami pastikan aman empat hingga lima bulan ke depan. Bahkan masih ada tambahan beras dari Sulsel yang sedang dalam perjalanan,” ujar Jusri.
Pihaknya Bulog Sulteng juga komitmen untuk menyerap hasil panen petani lokal, terutama di daerah Parigi Moutong, Luwuk Banggai, Mori Utara, serta kawasan Pantai Timur dan Pantai Barat.
“Bulog setiap saat siap membeli beras petani selama kualitasnya sesuai standar. Tidak ada istilah tidak membeli. Kami justru sangat berterima kasih jika masih ada beras petani yang bisa masuk ke Bulog,” tegasnya.
Ia membantah bahwa isu Bulog tidak membeli beras petani itu tidak benar. Pihaknya berkomitmen melakukan pembelian beras hasil panen petani berdasarkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang harus sesuai dengan standar
“Ini yang telah ditentukan, yakni kadar patahan (broken) maksimal 25 persen. Yang disampaikan adalah kondisi broken-nya antara 30—35 persen. Kalau di Bulog itu di bawah standar, yang maksimal 25 persen. Namun, ada beberapa yang bagus-bagus masih terjual juga,” jelas Jusri. (FA)















