Berita  

Sulteng Percepat Aksi Iklim, Sekprov Buka Konsultasi Publik RAD GRK

ELSINDO, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat komitmennya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dengan mempercepat strategi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Hal ini ditandai dengan dibukanya konsultasi publik Dokumen Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi GRK (RAD GRK) oleh Sekprov Sulawesi Tengah, Dr. Novalina, M.M, di Swiss-Belhotel Palu, Senin (6/4).

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakannya, Novalina menegaskan bahwa perubahan iklim kini menjadi tantangan nyata yang harus direspons secara serius, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Ia menekankan pentingnya pembangunan rendah karbon sebagai arah utama kebijakan pembangunan ke depan.

“Pembangunan rendah karbon bukan sekadar program lingkungan hidup, tetapi menjadi tujuan utama untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Meski Sulawesi Tengah berhasil mencatat capaian penurunan emisi sebesar 24,93 persen pada 2024, angka tersebut masih berada di bawah target 27,3 persen. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk menyusun langkah-langkah percepatan yang lebih konkret dan terukur melalui dokumen RAD GRK.

“Ini bukan alasan untuk berkecil hati, melainkan undangan untuk bekerja lebih keras dan memperkuat sinergi,” tegasnya.

RAD GRK diharapkan menjadi peta jalan operasional lintas sektor dalam menekan emisi, mencakup sektor energi, kehutanan dan lahan, pertanian, ekosistem karbon biru, industri, hingga pengelolaan limbah. Selain itu, dokumen ini juga akan menjadi acuan dalam mengakses dukungan pendanaan berbasis kinerja seperti skema REDD+.

Novalina menambahkan, kepercayaan mitra pembangunan internasional sangat bergantung pada kualitas perencanaan dan konsistensi implementasi di daerah.

Kegiatan konsultasi publik ini diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi hingga masyarakat sipil. Masukan yang dihimpun diharapkan dapat menyempurnakan dokumen RAD GRK sebagai instrumen penting dalam percepatan aksi iklim di Sulawesi Tengah. (**)