ELSINDO, PALU– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat sebagai upaya menjaga harmoni sosial serta melestarikan budaya lokal. Komitmen itu disampaikan saat pembukaan Rapat Sinkronisasi Program Pelibatan Lembaga Adat dengan Pemerintah Daerah yang berlangsung di Hotel Swiss-Bel, Kamis (11/12).
Gubernur Sulteng melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr. Fahrudin, S.Sos., M.Si menegaskan bahwa lembaga adat memegang peranan strategis sebagai pilar identitas kultural masyarakat Sulawesi Tengah.
“Lembaga adat adalah pilar penting dalam menjaga identitas Sulteng yang berakar pada budaya dan kearifan lokal,” ujar Fahrudin membacakan sambutan tertulis Gubernur.
Ia mencontohkan pengakuan negara terhadap peradilan adat sebagai mekanisme resmi penyelesaian perkara tertentu, termasuk penggunaan sanksi adat atau givu dalam masyarakat Kaili. Menurutnya, praktik tersebut menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu berjalan beriringan dengan sistem hukum nasional.
Selain itu, Fahrudin juga menaruh harapan besar agar lembaga adat, khususnya Badan Musyawarah Adat (BMA), dapat berperan dalam penerapan pidana kerja sosial yang efektif mulai 2026. Program itu dinilai sebagai bentuk pemidanaan yang lebih humanis dan restoratif.
“Harapan saya semoga Badan Musyawarah Adat dapat dilibatkan di dalamnya,” ungkapnya.
Dalam rangkaian kegiatan, Asisten Fahrudin menyerahkan sejumlah piagam penghargaan kepada institusi yang telah mendukung pelaksanaan sidang peradilan adat di Sulteng. Penghargaan diberikan kepada perwakilan Kepolisian Daerah, Kejaksaan Tinggi, dan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM.
Tak hanya kepada institusi negara, apresiasi juga diberikan kepada para seniman dan budayawan senior Sulawesi Tengah atas kontribusi besar mereka dalam memajukan seni dan budaya daerah. Di antara penerima penghargaan tersebut adalah akademisi dan budayawan Dr. H. Suaib Djafar, M.Si, penyanyi Masriani Syukri, serta Laila Bahasuan.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kebudayaan Andi Kamal Lembah, S.H., M.H, serta Sekretaris BMA Ardiansyah Lamasitudju, S.Pd., M.Si.(**)














