ELSINDO, SIGI- Pemerintah Kabupaten Sigi kerjasama Yayasan Bumi Tangguh menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tukang Pembangunan Rumah Baru Ramah Gempa dan Rehabilitas dengan Perkuatan Balutan Ferosemen.
Pelatihan dibuka oleh Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Sigi, Muh, bertempat di Ruang Calamus Hotel Best Western Palu, Kamis, 7 April 2022.
Perkembangan metode pembangunan rumah terus berkembang, yang dulunya banyak menggunakan kayu untuk kusen, daun pintu atau jendela serta rangka atap, saat ini sudah diganti dengan baja ringan untuk mengurangi pembalakan.
Demikian juga perkembangan struktur rumah tinggal yang selama ini menggunakan metode konstruksi konvensional yaitu semua tulangan memakai besi beton, dan berkembang dengan menggunakan kawat anyam dimana metode konstruksi ini di sebut metode konstruksi ferosemen.
Dalam sambutannya Sekkab mengatakan bencana alam yang terjadi telah menyebabkan hilangnya nyawa dan kerugian harta benda yang tidak sedikit.
Gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah pada tahun 2018 silam telah menyebabkan setidaknya 19,322 rumah rusak berat dan sedang.
Moh. Basir mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Bumi Tangguh dan Caritas Switzerland yang telah menggunakan metode ferosemen dalam implementasi kegiatan di lima desa yang berada di wilayah Kecamatan Dolo Selatan.
“Teimaksih juga telah melaksanakan pelatihan peningkatan pada tukang pembangunan rumah baru ramah gempa,” tuturnya.
Turut hadir Ketua Yayasan Bumi Tangguh, perwakilan Caritas Switzerland, Kepala Dinas Nakertrans Kab. Sigi, Sekertaris BPBD Kab. Sigi serta para tukang yang akan mengikuti pelatihan.(*)















