Unazlam Dorong Petani Sigi Terapkan Zero Waste dan Budidaya Cabai Modern

ELSINDO, PALU- Universitas Abdul Aziz Lamadjido (Unazlam) Palu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Kali ini, dosen dan mahasiswa Unazlam hadir di tengah kelompok Mitra Tani Pompenga, Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi, memberikan pelatihan pembuatan pupuk bokashi serta teknik budidaya cabai dengan konsep ramah lingkungan.

Kegiatan yang digelar sejak akhir Juli 2025 ini disambut antusias oleh para petani. Mereka terlibat aktif mulai dari tahap sosialisasi, praktik pembuatan pupuk bokashi, hingga pengaplikasian teknologi sederhana berupa mulsa plastik untuk budidaya cabai.

“Melalui kegiatan ini, mitra tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis. Harapannya, masyarakat semakin sadar pentingnya konsep zero waste sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” jelas Nurhadi, salah satu pengusul kegiatan PKM bersama Ayu Syahputri Ramadhani dan Alim Ismawati.

Pelatihan pembuatan pupuk bokashi yang digelar pada 2 Agustus 2025 menjadi momen penting. Para petani dibekali teknik pemilihan bahan organik, mulai dari kotoran ternak, sekam padi, jerami hingga serbuk gergaji. Proses fermentasi menggunakan dekomposer EM4 dilakukan secara langsung, dilanjutkan dengan praktik pengecekan suhu dan pembalikan pupuk setiap tiga hari. Hasilnya, petani kini mampu menghasilkan dua jenis pupuk, yakni pupuk kompos dan pupuk cair.

Tak berhenti di situ, pada 19 Agustus 2025, kelompok tani kembali mengikuti pelatihan teknik budidaya cabai menggunakan mulsa plastik. Teknologi sederhana ini diperkenalkan untuk menjaga kelembaban tanah, menekan pertumbuhan gulma, serta mengurangi penguapan air.

“Penerapan mulsa plastik terbukti dapat meningkatkan efisiensi pemeliharaan tanaman sekaligus mendukung peningkatan produktivitas hasil panen,” jelas tim PKM.

Selain pembekalan teknis, kelompok mitra tani juga mendapatkan materi strategi pemasaran produk pertanian secara online. Dengan pemanfaatan digital, diharapkan jangkauan pasar semakin luas dan nilai jual cabai mereka meningkat.

Kegiatan PKM ini tak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menumbuhkan semangat petani untuk lebih mandiri, inovatif, dan ramah lingkungan. Sambutan positif dari kelompok Mitra Tani Pompenga menjadi bukti bahwa sinergi antara kampus dan masyarakat mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan pertanian berkelanjutan di Sigi. (**)