ELSINDO, PALU – Universitas Abdul Azis Lamadjido (UNAZLAM) Palu menggelar Rapat Kerja (Raker) program dan anggaran tahun akademik 2026/2027 dengan mengusung tema “Pemantapan Program dan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Menuju Kampus Unggul.”
Raker yang menjadi agenda strategis tahunan ini dihadiri pimpinan universitas, mulai dari jajaran rektorat, dekan, hingga unit kerja, sebagai forum menyatukan arah kebijakan dan program kerja ke depan.
Ketua Yayasan UNAZLAM, Ir. Rendy M. Affandy Lamadjido, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola kampus yang terarah dan disiplin dalam pelaksanaan program.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa tahun ketiga perjalanan UNAZLAM harus menjadi momentum konsolidasi dan implementasi nyata dari seluruh perencanaan yang telah disusun.
“Semua keputusan dalam rapat kerja ini harus dilaksanakan. Tidak boleh lagi ada program yang muncul tiba-tiba tanpa perencanaan, dan tidak boleh ada program yang tidak terealisasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sistem pengelolaan yang baik, termasuk perencanaan anggaran yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, seluruh program harus disusun secara sistematis dalam satu tahun anggaran, tanpa adanya perubahan mendadak yang tidak terencana.
Selain itu, Rendy menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit di lingkungan kampus. Sinergi antar fakultas, program studi, hingga unit kerja dinilai menjadi kunci dalam mendorong kemajuan universitas.
“Tidak ada lagi yang berjalan sendiri-sendiri. Semua harus berkolaborasi dan bersinergi, baik antar program studi maupun antar unit,” ujarnya.
Ia juga mendorong seluruh civitas akademika untuk terbuka terhadap ide-ide baru, termasuk dari tenaga pendidik atau staf yang baru bergabung. Menurutnya, kehadiran sumber daya baru justru menjadi kekuatan untuk memperkaya inovasi dan mempercepat kemajuan institusi.
Dalam forum tersebut, turut dibahas pembagian program kerja dalam tiga skala prioritas, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Setiap unit diminta mempresentasikan rencana program beserta kebutuhan anggarannya secara rinci.
Raker ini juga dirancang berlangsung selama beberapa hari, dengan sesi lanjutan yang akan difokuskan pada penentuan skala prioritas program dan finalisasi alokasi anggaran.
Menutup arahannya, Rendy menegaskan bahwa kunci kemajuan universitas terletak pada kuatnya sistem pengawasan internal dan konsistensi dalam menjalankan program.
“Universitas bisa maju jika diisi dengan banyak pemikiran dan inovasi. Semakin banyak ide yang masuk, semakin besar peluang kita untuk berkembang,” pungkasnya. (del)
















