Unazlam Palu Gelar Seminar Awal KKNT Angkatan III, Dua Fakultas Hadirkan Program Unggulan

Sejumlah mahasiswa KKNT Unazlam Palu, saat foto bersama. (FOTO:IST)

ELSINDO, PALU– Universitas Abdul Azis Lamadjido (Unazlam) Palu menggelar Seminar Awal Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) angkatan ke III, yang diikuti mahasiswa dari dua fakultas, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Ekonomi, baru-baru ini.

“KKNT kami bagi di dua wilayah yakni Kecamatan Sigi Biromaru dan Kec. Sigi Kota. Alhamdulillah yang kami rencanakan pelaksanaan KKNT ini berjalan sesuai dengan harapan yang ada. Misalnya teman-teman mahasiswa dalam memaparkan kegiatan mereka sesuai tema yang diangkat,” kata Penanggung Jawab KKNT FISIP, Hary Azis, S.Sos., M.Si.

Hary mengatakan, mahasiswa KKNT sangat antusias disambut oleh Camat dan sejumlah kepala desa. Menurut mereka, baru kali ini ada mahasiswa KKN yang betul-betul fokus, kemudian meninggalkan bukan jejak fisik, tetapi jejak akademik.

“Memang di FISIP ingin memperbarui konsep KKNT ini, agar lebih banyak meninggalkan hal-hal yang bersifat pengembangan SDM maupun birokrasinya. Kalau dulu KKN itu ada peninggalan fisik, namun kalau kami sekarang memang lebih pada SDM-nya, karena memang juga sesuai jurusan kami di FISIP. Artinya, para mahasiswa ini nantinya akan meninggalkan tiga di antaranya: draf Peraturan Desa tentang ramah anak, kemudian kedua mereka akan membuat gugus tugas atau forum anak di desa, dan ketiga adalah pembuatan kartu identitas anak,” jelas Hary.

Sementara itu, Syamsul, S.E., M.Ak., Penanggung Jawab KKNT dari Fakultas Ekonomi (FEKON) mengatakan bahwa belum lama ini telah dilaksanakan seminar awal yang pada intinya merupakan bentuk pengenalan kepada masyarakat terkait program kerja yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 45 hari ke depan.

“Secara keseluruhan mahasiswa di sana tentunya mengangkat tema sesuai yang ditentukan, yakni mengangkat potensi lokal berupa tempat wisata yang akan diperkenalkan melalui beberapa program. Yang jelas mereka nanti akan mengangkat desa-desa wisata atau potensi wisata yang ada di desa,” ujar Syamsul.

Sementara itu, Abdul Rahman Taher, S.E., M.M., CRP mengatakan, program yang dilaksanakan oleh masing-masing kelompok dan desa, sudah dibahas di tingkat desa dan kecamatan.

“Alhamdulillah semua program yang ditawarkan pada saat di seminar desa dan seminar awal di kecamatan semua diterima dengan baik oleh perangkat desa dan kecamatan. Penyusunan program KKNT itu sudah dibahas di tingkat desa, sehingga di kecamatan kita tinggal mengesahkan program yang akan dijalankan,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Andi Darmawati Tombolotutu, M.Si. menambahkan bahwa seminar awal ini dilaksanakan untuk memastikan semua program berjalan lancar, baik program utama maupun program tambahan.

“Seminar awal dipusatkan di 2 kecamatan. Program utama yang dilaksanakan mengacu pada tema KKNT yaitu ‘Desa Ramah Anak’. Dari 10 kelompok yang tersebar di 10 desa dari 2 kecamatan, semuanya telah mengacu pada program yang telah dikoordinasikan dengan pihak DP3A Kabupaten Sigi,” katanya.

Kata dia, tujuan dari program yang dilaksanakan adalah agar indikator desa ramah anak dapat tercapai dan Kabupaten Sigi masuk dalam kategori 3 besar penilaian.

“Mahasiswa KKNT memberi sumbangsih dalam pencapaian indikator tersebut, inilah legacy yang akan ditinggalkan nantinya selain terbentuknya gugus tugas di tiap desa,” pungkasnya. (del)