ELSINDO, PALU– Universitas Abdul Azis Lamadjido (Unazlam) Palu menggelar Lokakarya Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (20/8/2025).
Rektor Unazlam, Dr. Muhammad Darma Halwi, SE., MM., menjelaskan bahwa OBE merupakan sistem pembelajaran yang menitikberatkan pada hasil. Konsep ini dinilai sejalan dengan visi dan misi Unazlam.
“Di Unazlam ada yang kita sebut dengan input, proses, dan output atau hasil. Alhamdulillah saat ini mahasiswa kita sudah mulai dikenal, dan mahasiswa baru juga sudah mulai melirik Unazlam. Proses ini sangat menentukan apakah output itu baik atau tidak. Ini terdiri dari dosen, karyawan, dan sistem yang kita bangun sehingga menghasilkan alumni berkualitas. Dari output ini, sehingga kita gelar lokakarya kurikulum,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa OBE bukanlah kurikulum, melainkan kerangka yang menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum. “Contoh, kemarin kita wisuda 200 orang, dari jumlah ini merupakan output. Yang diterima bekerja 100 orang, berarti outcome kita 100 orang. Jadi di kegiatan ini kita lihat hasil atau outcomenya. Semoga lokakarya ini bisa menghasilkan kurikulum berbasis OBE, sehingga lulusan Unazlam dapat terserap di dunia kerja,” jelasnya.
Ketua Yayasan Panca Bhakti Sulawesi Tengah, Ir. Rendy Lamadjido, MBA., menilai lokakarya tersebut sangat penting, terutama di era modern yang penuh tantangan.
“Lokakarya ini tidak hanya sebagai wacana saja, tetapi harus mampu melahirkan sesuatu yang berguna untuk Fakultas Ekonomi Unazlam. Saya berharap kurikulum kita sudah masuk ke OBE. Saya tidak mau lokakarya ini biasa-biasa saja, sebab visi misi Unazlam adalah melahirkan mahasiswa entrepreneur atau mahasiswa berjiwa bisnis,” katanya.
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Nyoman Suedana, menambahkan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema OBE dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
“Salah satu tujuan lokakarya ini adalah melakukan akselerasi penyesuaian terkait profil lulusan yang ingin dicapai dengan melakukan evaluasi dan peninjauan kurikulum. Dengan begitu outcome atau lulusan kita mampu bersaing di dunia kerja. Peserta lokakarya berasal dari stakeholder, alumni, dan perwakilan dosen dengan jumlah sekitar 27–30 orang,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unazlam, Abdul Rahman Taher, S.E., M.M., CRP., menekankan pentingnya kegiatan tersebut dalam memperkuat kualitas lulusan.
“Kurikulum kita harus ditinjau kembali untuk peningkatan kompetensi mahasiswa dan lulusan. Lokakarya kurikulum ini selalu digelar setiap lima tahun untuk melihat relevansinya dengan kebutuhan stakeholder dan dunia kerja. Ada beberapa pemaparan dari narasumber pihak pemerintah, swasta, dan perbankan. Semua memberikan masukan yang baik untuk perbaikan kurikulum kita ke depan, sehingga kompetensi mahasiswa sesuai harapan stakeholder, dan keberadaan Unazlam semakin kuat di tengah masyarakat,” terangnya.(del)
















