Unazlam Resmi Buka Kelas Bahasa Mandarin, Dorong Peluang Beasiswa dan Karier Global

ELSINDO, PALU– Universitas Abdul Azis Lamadjido (UNAZLAM) Palu resmi membuka kelas Bahasa Mandarin sebagai bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.

Peresmian program ini dihadiri oleh Ketua Yayasan UNAZLAM Palu, Ir. Rendy M. Affandy Lamadjido, MBA, jajaran pimpinan universitas, para dekan, dosen, serta mitra pengajar Bahasa Mandarin dari luar negeri.

Dalam sambutannya, Ir. Rendy M. Affandy Lamadjido menegaskan bahwa pembukaan kelas Bahasa Mandarin merupakan langkah strategis UNAZLAM dalam menangkap peluang global, khususnya di bidang pendidikan dan beasiswa.

“Hari ini adalah hari bersejarah. Bahasa Mandarin bukan hanya soal bahasa, tetapi pintu masa depan. Dengan menguasai bahasa, peluang beasiswa—baik dari luar negeri maupun dalam negeri—akan terbuka lebar,” ujarnya.

Ia menambahkan, di era transformasi teknologi dan globalisasi, mahasiswa dituntut menguasai minimal satu dari tiga bahasa internasional utama, yakni Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Menurutnya, penguasaan bahasa menjadi kunci bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi hingga jenjang S2 dan S3, bahkan berkarier di luar negeri.

Rektor UNAZLAM, Dr. Muhammad Dharma Halwi, SE., MM, menyampaikan bahwa pembukaan kelas Bahasa Mandarin ini merupakan hasil kerja sama dan keseriusan berbagai pihak, termasuk mitra pendidikan nasional dan internasional.

“Program ini bukan sekadar simbolik. Kita serius membangun kualitas akademik dan membuka akses internasional bagi dosen dan mahasiswa UNAZLAM,” kata Rektor.

Sementara itu, perwakilan pengajar Bahasa Mandarin, Mr. Kang Zenghou, menjelaskan bahwa tenaga pengajar yang dihadirkan memiliki pengalaman internasional, termasuk mengajar di China, Peru, dan Indonesia. Salah satu pengajar, Lee Loh Seng, memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar Bahasa Mandarin di tingkat sekolah hingga universitas.

“Kami ingin tidak hanya menghadirkan guru yang baik, tetapi juga mencetak mahasiswa yang unggul. Guru dan mahasiswa harus tumbuh bersama,” ujarnya.

Dengan dibukanya kelas Bahasa Mandarin ini, UNAZLAM berharap dapat menjadi salah satu pelopor pengembangan bahasa asing di Sulawesi, sekaligus membuka jalan bagi mahasiswa untuk meraih beasiswa internasional, studi lanjut, dan peluang kerja global. (del)