Universitas Azlam Palu Cetak 126 Wisudawan, Siap Hadapi Era Digital dengan Integritas dan Inovasi

Ketua Yayasan Unazlam, Ir. Rendy Lamadjido, MBA, saat sampaikan sambutan di acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke IV, di Hotel Aston Palu. (FOTO: FADEL)

ELSINDO, PALU – Universitas Azis Lamadjido (Unazlam) Palu menegaskan eksistensinya sebagai kampus yang adaptif dan inovatif di tengah era disrupsi digital. Bertempat di Hotel Aston Palu, Selasa (29/4/2025), Unazlam menggelar Dies Natalis ke-2 dan Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Angkatan IV, yang diikuti sebanyak 126 wisudawan dan wisudawati.

Ketua Yayasan Unazlam, Ir. Rendy Lamadjido, MBA, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Unazlam merupakan hasil penyatuan dua perguruan tinggi swasta tertua di Sulawesi Tengah, yakni STIE dan STISIPOL. Meski baru resmi menyandang status universitas sejak tiga tahun lalu, akar pendidikannya telah berjalan selama hampir setengah abad.

“Sejarah pendidikan kami sudah 47 tahun. Inilah sekolah tinggi pertama di Sulteng yang menjadi pondasi lahirnya Universitas Azlam,” ujar Rendy.

Seiring transformasi tersebut, jumlah program studi Unazlam meningkat dari empat menjadi sepuluh prodi, yang tersebar di lima fakultas. Rendy juga mengumumkan rencana strategis universitas ke depan, termasuk pembukaan Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, sebagai langkah awal pembentukan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Masyarakat. Tak hanya itu, Unazlam juga tengah mengupayakan izin pembentukan Fakultas Teknik dengan program studi Pertambangan.

Untuk menjawab tantangan globalisasi, Unazlam mewajibkan mahasiswa menguasai satu dari tiga bahasa asing: Arab, Mandarin, atau Inggris. Universitas juga tengah menjalin kerja sama internasional guna membuka Jurusan Bahasa dan Budaya Arab, lengkap dengan laboratorium bahasa modern.

“Belum lama ini kami juga melatih guru Al-Qur’an dengan metode Kamaly. Mahasiswa diharapkan tak hanya bisa membaca, tapi juga menghafal Al-Qur’an dalam waktu singkat,” tambah Rendy.

Rektor Unazlam Palu, Dr. Muhammad Darma Alwi, SE, MM, menyampaikan bahwa tema wisuda tahun ini adalah “Menjadi insan unggul yang adaptif, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan di Sulteng maupun Indonesia di era disrupsi digital 2025.”

“Kami ingin para lulusan tak hanya unggul secara akademik, tapi juga membawa semangat ‘nosarara nosabatutu’ dan ‘masintuvu kita maroso morambanga kita marisi’. Jadilah pionir teknologi yang menciptakan solusi digital untuk permasalahan lokal, bantu UMKM naik kelas, dan tetap jaga nilai-nilai kemanusiaan,” pesan Rektor.

Acara wisuda ini turut dihadiri oleh para rektor dari sejumlah perguruan tinggi di Palu, serta pejabat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kota Palu. (del)