ELSINDO, PALU – Persiapan keberangkatan jemaah haji asal Sulawesi Tengah kian matang. Saat ini, proses pemvisaan sudah hampir rampung dan tinggal masuk tahap pencetakan. Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng, H. Muchlis, di ruang kerjanya, Senin (5/5/2025).
“Setelah visa diterbitkan oleh Kedutaan Arab Saudi, kami langsung unduh dan siapkan untuk dicetak. Visa akan ditempelkan di setiap paspor jemaah. Kami bahkan harus lembur setiap hari untuk memastikan 1.994 jemaah asal Sulteng bisa berangkat sesuai jadwal,” ujar Muchlis.
Muchlis menyebut, jemaah dari Sulteng tergabung dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Kloter pertama asal Sulteng, yaitu BPN-7, dijadwalkan berangkat ke Balikpapan pada 16 Mei, dan sehari setelahnya terbang ke Tanah Suci melalui Bandara King Abdul Azis, Jeddah.
“Tahun ini kita punya lima kloter penuh, yakni kloter 7 sampai 11. Sementara kloter 12 akan digabung dengan sebagian jemaah dari Kalimantan Timur,” tambahnya.
Tahun Ini, Skema Murur dan Tanazul Mina Diterapkan
Selain soal visa dan keberangkatan, Muchlis juga menjelaskan dua skema penting dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini, yakni murur dan tanazul mina. Kedua skema ini merupakan inovasi untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah.
“Skema murur memungkinkan jemaah tertentu seperti lansia, disabilitas, jemaah berisiko tinggi, serta pendampingnya, untuk tidak turun di Muzdalifah. Mereka cukup melewati Muzdalifah dengan tetap berada di dalam bus, dan langsung diarahkan ke Mina. Ini untuk menghindari kelelahan dan kepadatan jemaah di sana,” terang Muchlis.
Ia menyebutkan, skema ini sudah mulai diterapkan sejak tahun lalu, dan tahun ini akan kembali diberlakukan dengan kuota sekitar 25 persen dari total jemaah.
Sementara itu, skema tanazul mina akan diterapkan bagi jemaah yang ditempatkan di Raudhah dan Syisah. Setelah melontar jumrah aqabah pada 10 Zulhijjah, mereka tidak kembali ke tenda di Mina, melainkan langsung ke hotel yang sudah disiapkan.
“Tahun lalu program ini sempat tertunda karena belum ada konsumsi jemaah di hotel. Tapi tahun ini, pemerintah sudah mengantisipasi hal itu. Hotel di Raudhah dan Syisah yang jadi tempat istirahat jemaah sudah dilengkapi dengan fasilitas makanan,” jelas Muchlis yang juga menjabat sebagai Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulteng.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, pihak Kemenag Sulteng optimistis seluruh jemaah akan berangkat dengan aman, nyaman, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (del)















