Waspadai Cuaca Tak Menentu, BPBD Donggala Ingatkan Masyarakat Tetap Siaga

ELSINDO, DONGGALA– Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, Abd Muin, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang kini melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Peringatan tersebut ia sampaikan saat memimpin apel pagi di halaman Kantor BPKAD Donggala, Rabu (8/10/2025).

Menurut Abd Muin, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sulawesi Tengah seharusnya sudah memasuki musim kemarau. Namun, yang terjadi justru fenomena “kemarau basah”, di mana hujan dan panas silih berganti tanpa pola yang jelas. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

“Kita harus tetap waspada dan melakukan mitigasi agar tidak menjadi korban. Dalam beberapa hari terakhir sudah terjadi beberapa peristiwa banjir di sejumlah wilayah,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sejak awal pekan BPBD telah menerima laporan banjir di Kecamatan Sojol dan Sojol Utara, tepatnya di Desa Enu, Desa Taripa, serta Desa Bukit Harapan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, beberapa rumah dan lahan pertanian warga sempat terdampak.

BPBD Donggala, kata Abd Muin, terus melakukan langkah antisipatif dengan memantau daerah rawan dan mengoordinasikan upaya pembersihan saluran air bersama aparat desa dan masyarakat setempat.

“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan menjaga lingkungan masing-masing agar air tidak meluap dan menyebabkan banjir,” tambahnya.

Selain mengingatkan soal kewaspadaan bencana, Abd Muin juga menyampaikan bahwa pada pukul 09.00 WITA akan digelar peringatan Hari Ikan di Kantor Dinas Perikanan Donggala. Ia mengajak ASN dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan daerah.

Dengan semangat kebersamaan dan kesiapsiagaan, BPBD Donggala berharap masyarakat dapat menghadapi dinamika cuaca tanpa panik, serta menjadikan kewaspadaan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari. (**)