• dinas pangan
Kota  

Yayasan Tadulakota Dukung Pemajuan Kebudayaan Sulteng

SEMINAR- Yayasan Tadulakota Sulawesi Tengah menggelar Seminar "Membangun Kemitraan Lembaga Kebudayaan Publik Untuk Dukungan Pemajuan Kebudayaan Sulawesi Tengah", di Ruang Auditorium Museum Sulawesi Tengah, Senin, (20/3/2023). FOTO: IST

ELSINDO, PALU – Yayasan Tadulakota Sulawesi Tengah menggelar Seminar “Membangun Kemitraan Lembaga Kebudayaan Publik Untuk Dukungan Pemajuan Kebudayaan Sulawesi Tengah”, di Ruang Auditorium Museum Sulawesi Tengah, Senin, (20/3/2023).

Kegiatan ini sebagai dukungan dalam rangka membangun sinergitas melalui pola kemitraan pemajuan kebudayaan. Seminar dimaksudkan guna terciptanya tata pengelolaan ekosistem kebudayaan untuk keberlangsungan kesejahteraan lembaga kebudayaan publik.

Kemudian, terwujudnya peningkatan mutu lembaga kebudayaan publik, serta terwujudnya sinergitas dan kesepahaman bersama terkait strategi pemajuan kebudayaan. Peserta sebanyak 37 orang yang merupakan organisasi pemerintah daerah dan organisasi non-pemerintahan.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Andi Kamal Lembah, didaulat membuka kegiatan yang dilaksanakan selama dua)l hari, mulai 20 sampai dengan 21 Maret 2023.

“Tujuan kita agar kebudayaan di Sulawesi Tengah memberikan kontribusi yang kongkrit dan berkelanjutan serta mendorong terbentuknya ekosistem lembaga kebudayaan publik melalui sinergitas dan kesepahaman untuk mewujudkan strategi pemajuan kebudayaan di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengembangan Bappeda Prov. Sulteng, Irwan, selaku narasimber menyampaikan, urusan kebudayaan memiliki indikator kinerja daerah yang mana terkait dengan penyelenggaraan festival seni dan budaya, benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan.

Adapun skor indeks pembangunan kebudayaan tingkat provinsi diukur melalui 7 dimensi yaitu ; ekonomi budaya, pendidikan, ketahanan sosial budaya, warisan budaya, ekspresi budaya, budaya literasi dan gender.

Selain itu juga, terdapat isu-isu strategis kebudayaan diantaranya seperti belum tersedianya secara komprehensif, by name by address dan by cases data dan informasi lengkap, lemahnya upaya pemajuan cagar budaya di Sulteng, belum adanya titik temu pemahaman antara hubungan agama dan kegiatan kebudayaan.

Sementara Pemerhati Kebijakan Kebudayaan Daerah, Rizali Djaelangkara, yang juga pemateri memaparkan terdapat empat langkah strategis pemajuan kebudayaan yaitu ; pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan.

Ia menambahkan keempat langkah tersebut saling terhubung dan tak dapat dipisahkan. Olehnya upaya pencapaian setiap langkah mendukung langkah-langkah strategis lainnya. (CHL/*)