Berita  

Dekranasda Sulteng Bidik Pasar Pariwisata, Kerajinan Lokal Didorong Masuk Hotel dan Resort

ELSINDO, PALU- Pengembangan industri kerajinan Sulawesi Tengah kini diarahkan untuk menembus pasar pariwisata. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah melihat sektor hotel dan resort sebagai peluang besar untuk memperluas pemasaran produk kerajinan berbasis kearifan lokal.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Pengurus Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025 yang digelar di Palu dan dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah selaku Dewan Pembina Dekranasda.

Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, mengatakan rapat tersebut menjadi momentum awal setelah konsolidasi kepengurusan pada 30 Juni 2025.

Ia menilai pertemuan ini penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendukung program pembangunan jangka menengah 2025–2030.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara Dekranasda dan Pemerintah Provinsi, khususnya dalam pengembangan industri kerajinan unggulan berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Sry Nirwanti menyoroti besarnya peluang kerajinan daerah masuk ke sektor pariwisata. Ia mencontohkan masih minimnya produk kerajinan khas Sulawesi Tengah yang ditampilkan di sejumlah resort di wilayah Ampana, meski dikelola oleh investor asing.

“Padahal banyak pihak tertarik menggunakan kain khas daerah seperti batik bomba dan tenun Sulawesi Tengah. Mereka hanya belum tahu harus berkoordinasi dengan siapa. Di sinilah peran Dekranasda sebagai jembatan antara perajin dan pasar,” jelasnya.

Ke depan, Dekranasda mendorong agar produk kerajinan tidak hanya hadir dalam pameran, tetapi juga dikembangkan menjadi cenderamata, perlengkapan hotel, hingga produk fesyen yang sesuai dengan karakter destinasi wisata.

Dengan sisa masa kepengurusan sekitar empat tahun, seluruh pengurus diharapkan bekerja lebih fokus, solid, dan terkoordinasi. Dekranasda pun ditargetkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan.(**)