ELSINDO, SIGI – Kabupaten Tolitoli berhasil meraih juara pertama dalam Pameran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Sigi.
Pengumuman pemenang disampaikan pada malam penutupan MTQ XXXI Sulteng, Sabtu (13/6/2026), oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, selaku Ketua Panitia Pelaksana, bertempat di Taman Likuifaksi, Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru.
Berdasarkan hasil penilaian, Kabupaten Tolitoli meraih juara pertama dengan total nilai 365. Posisi kedua diraih Kabupaten Poso dengan nilai 347, sedangkan juara ketiga diraih Kabupaten Banggai dengan total nilai 335.
Pameran Dekranasda tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung pada 7–13 Juni 2026 di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Likuifaksi, Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru.
Sekretaris Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah, Lilis Suryani Willah, yang membacakan sambutan Ketua Dekranasda Provinsi Sulteng, Sri Nirwanti Bahasoan, menyampaikan bahwa pameran Dekranasda menjadi bukti nyata kolaborasi antara kegiatan keagamaan dengan pengembangan sektor kerajinan daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku industri kerajinan untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah.
“Pameran ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara kegiatan religius dengan pengembangan sektor kerajinan daerah. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan dan pemerhati kerajinan diajak untuk terus bersinergi dalam mendorong kemajuan industri kerajinan di Sulawesi Tengah,” ujar Lilis saat pembukaan Pameran Dekranasda dan Pasar Rakyat, Sabtu (6/6/2026).
Ia menilai perkembangan industri kerajinan di Sulawesi Tengah saat ini menunjukkan tren positif. Berbagai produk dengan bentuk dan corak yang beragam terus berkembang, didukung pemanfaatan teknologi serta platform digital.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan pameran tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan terhadap pelaku industri kerajinan yang dilakukan bersama pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.
Meski masih berskala lokal, Dekranasda Sulteng berharap produk-produk yang ditampilkan dapat dikurasi dengan baik sehingga memiliki peluang untuk mengikuti ajang yang lebih besar, termasuk Pameran Kriya Nusa yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada September 2026.(**)













