ELSINDO, MORUT– Kepala Desa Tokala Atas, Maludin, mengungkapkan kondisi Bendungan Ula yang selama ini menjadi harapan petani setempat kini mengalami kerusakan total dan tidak lagi berfungsi.
“Bendungan Ula saat ini rusak total. Pintu bendungan semuanya rusak, sementara saluran induk juga tidak ada,” ujar Maludin, Kamis, 16 April 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan bendungan tersebut sangat vital bagi para petani, khususnya warga transmigrasi di UPT Desa Tokala Atas, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara.
Selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir, para petani terpaksa mengandalkan curah hujan untuk mengairi sawah mereka.
“Harapan para petani di sini sangat besar, tapi selama ini mereka hanya bisa bersawah dengan mengandalkan hujan,” tambahnya.
Maludin menyebutkan, jumlah warga di UPT Desa Tokala Atas mencapai sekitar 200 kepala keluarga (KK), yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Sebagai pemerintah desa, ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah terkait untuk segera melakukan pembangunan kembali irigasi di Bendungan Ula.
“Harapan saya selaku kepala desa, masyarakat UPT Tokala Atas bisa sejahtera dan ke depan menjadi lumbung beras. Karena itu, kami sangat mengharapkan agar tahun ini pembangunan irigasi Ula bisa direalisasikan,” tegasnya.
Kondisi ini menjadi perhatian penting, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat setempat. Tanpa dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, produktivitas petani dikhawatirkan terus menurun.(**)
















