ELSINDO, PALU – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) terus mendorong penyerapan hasil panen petani lokal berupa gabah dan beras secara maksimal di wilayah Sulawesi Tengah.
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto mengatakan bahwa saat ini di bulan April dan Mei adalah masa puncak panen petani. Hal tersebut, kata dia, agar lebih dioptimalkan Bulog Kanwil Sulteng.
“Periode ini merupakan puncak panen di Sulteng, sehingga penyerapan gabah dan beras seharusnya meningkat signifikan,” ujarnya.
Walaupun realisasi penyerapan masih relatif kecil di Sulteng, Prihasto Setyanto meminta Perum Bulog perlu ditingkatkan untuk tetap bersinergi melalui kerja sama lintas sektor
“Seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga penyuluh pertanian, untuk bersinergi dalam memaksimalkan penyerapan gabah dan beras guna memperkuat cadangan pangan pemerintah di daerah,” pintanya.
Menurut Prihasto, meskipun kontribusi Sulawesi Tengah terhadap stok beras nasional tidak besar, upaya maksimal tetap harus dilakukan. Hal ini penting karena petani tersebar di berbagai kabupaten di wilayah tersebut.
“Dari kunjungan kami di Donggala dan Parigi Moutong banyak lahan yang telah memasuki masa panen dan memiliki potensi besar untuk diserap. Potensi ini harus dimaksimalkan agar cadangan pangan pemerintah semakin kuat, tidak hanya untuk skala nasional, tetapi juga untuk kebutuhan Sulawesi Tengah,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa penyerapan target penyerapan di Sulawesi Tengah ditetapkan kurang lebih sekitar 11.300 ton. Namun, realisasi terbaru masih berada di kisaran 22 persen atau sekitar seribuan ton.
“Sehingga perlu percepatan di masa puncak panen ini. Sejak kehadiran kami di lapangan, terjadi peningkatan signifikan pada target harian penyerapan. Dari semula sekitar 55 ton per hari, realisasi meningkat hingga mencapai sekitar 133 ton per hari,” katanya. (FA)
















